Rabu, 22 Desember 2010

Nuri "붐써": My Love Never Die - one shoot

Nuri "붐써": My Love Never Die - one shoot: "Annyeong…. Mates… Kali ini aku datang dengan ff oneshoot. Sebelumnya saya minta maaf kalau ceritanya aneh, gaje dan gak karuan.. L&nbs..."

My Love Never Die - one shoot

Annyeong…. Mates… Kali ini aku datang dengan ff oneshoot. Sebelumnya saya minta maaf  kalau ceritanya aneh, gaje dan gak karuan.. L  Happy reading… ^.^
N buat k’ endang q minta pictnya.. buat os ku…hehehehe









Tittle .:  My Love Never Die

Author :  nuri “ bumsso”

Genre: Friendship, Romance

Type: One-shoot

Main Cast:

- Kim So Eun

- Kim Bum
Cast:
- Kang Nam gil as so eun uncle
- Im Ye Jin as so eun aunt



So Eun POV

“So eun.,, kankermu sudah masuk stadium akhir. Kamu harus segera menjalankan kemoterapi lagi so eun kalau tidak….” Kang Nam Gil  ahjussi tidak melanjutkan kata-katanya, matanya menatapku dengan putus asa.
“Ne ahjussi.. tapi aku sudah lelah ahjussi dengan semua pengobatan ini. Aku hanya ingin menikmati waktu terakhirku dengan tenang.” kataku tenahg sambil tersenyum, membalas tatapan nam gil  ahjussi. “Aku permisi dulu ahjussi.” Aku segera berdiri dan berjalan keluar ruangan dokter. Kuputuskan untuk pergi ke taman, menikmati kesendirianku dan menenangkan pikiranku.
Bukannya aku tidak mau terus hidup, tapi aku sudah benar-benar lelah dengan semua pengobatan yang sia-sia ini. Apalagi pengobatan seperti ini membutuhkan uang yang tidak sedikit. Aku tau Nam gil ahjussi dan Ye jin ahjumma tidak keberatan mengeluarkan uang demi kesembuhanku, tapi aku tidak mau membebani mereka terus dengan penyakit yang tak mungkin bisa disembuhkan ini.
Sejak appa dan omma meninggal 3 tahun yang lalu, aku tinggal dengan Nam gil ahjussi dan sarang ahjumma. Semuanya terasa berat untukku sejak kematian mereka. Aku mengurung diri di kamar seharian, menangis hingga mataku sembab. Tapi mereka sangat baik dan perhatian padaku bahkan menganggapku seperti anak mereka sendiri. Aku mulai membuka hatiku dan menikmati kasih sayang mereka. Aku merasa seperti memiliki lagi keluarga yang utuh meskipun dengan sosok appa dan omma yang berbeda, itu sudah membuatku bahagia.
Awalnya semua terasa mulai membaik. Hidupku mulai kembali normal. Aku kembali kuliah, menikmati hidupku dengan teman-teman, dan menikmati limpahan kasih sayang dari ahjussi serta ahjumma. Tapi semuanya berubah sejak malam 1 tahun yang lalu.
Malam itu aku sedang di meja makan bersama Nam gil ahjussi dan Ye jin ahjumma, tiba-tiba saja kepalaku mengalami sakit yang luar biasa. Aku kejang-kejang dan pingsan seketika. Ahjussi yang seorang dokter segera membawaku ke rumah sakit dan melakukan scan. Malam itulah aku divonis menderita kanker otak stadium 2.
Pertama kali menerima berita itu, aku stress berat. Aku berubah menjadi pemurung. Aku menolak kuliah bahkan bertemu dengan teman-temanku. Aku tidak bisa menerima kenyataan bahwa aku akan meninggal. Aku takut itu semua akan terjadi padaku
Ahjussi dan ahjumma berusaha keras membujukku agar aku mengikuti kemoterapi. Melihat mereka yang begitu menginginkan kesembuhanku, aku merasa semakin memiliki harapan. Aku mengikuti kemoterapi hampir setengah tahun, tapi tidak ada hasilnya sama sekali. Aku mulai menyerah dengan keadaanku dan menolak kemoterapi lebih lanjut. Dan baru saja ahjussi mengatakan bahwa kankerku sudah masuk stadium akhir.
Itu berarti waktuku tinggal sedikit lagi. Aku sudah pasrah, aku hanya ingin menikmati waktu terakhirku dengan tenang bersama orang-orang yang ku sayangi
BUKK…
Sebuah bola basket mengenai tepat di wajahku, menyadarkanku dari lamunanku. Aku langsung jatuh terduduk sambil meringis kesakitan memegangi wajahku.
“Jeongmal mianhae… Gwenchana?? Aku benar-benar tidak sengaja nona.” Aku mendongak dan mendepati sesosok pria berdiri di hadapanku dengan wajah khawatir.
“Ne.. gwenchana??” kataku menenangkan dan berdiri. Sepertinya aku berdiri terlalu cepat karena badanku hampir jatuh lagi, jika pria itu tidak menahanku. Dia memapahku ke kursi terdekat.
“Gwenchana?? Wajahmu pucat sekali nona.” tanyanya dengan khawatir, matanya menatapku lekat. Aku menggeleng pelan, mencoba menghilangkan pusing yang tiba-tiba menderaku. Kuambil bola yang ada di dekat kakiku dan menyerahkan padanya. “Ini bolamu kan?? Lebih baik kamu kembali. Sepertinya teman-temanmu sudah menunggu.” kataku sambil tersenyum, menunjuk sekumpulan pria yang tampak memanggil pria itu dari lapangan seberang.
Dia mengerjapkan mata dan menoleh ke lapangan. “Ah ne.. hajiman, apa nona baik-baik saja??” Dia menghentikan langkahnya dan menoleh ke arahku dengan wajah khawatir. “Tidak apa-apa, ppalli .. . Nanti teman-temanmu menunggu.”
Dia menatapku ragu, akhirnya diapun berlari pergi menuju lapangan seberang. Aku hanya memandang kepergiannya dengan diam. Merasa iri dengan pria yang tidak kukenal itu. Betapa beruntungnya dia bisa menikmati hidupnya tanpa penyakit apapun. Seandainya aku juga bisa seperti itu. Kembali ke masa di mana aku bisa menikmati hidupku tanpa penyakit ini.
Aku memukul kepalaku perlahan. Aishh!! Apa yang kamu pikirkan So eun?? Sadarlah!! Bukankah kamu sudah berjanji untuk menerima takdirmu sendiri. Jangan lemah!! Hwaiting So Eun..!!! ucap ku, menyemangati diri.
Tuhan, aku sudah berjanji untuk menerima takdirku. Jangan biarkan aku melemah dan terpuruk. Berikanlah aku kekuatan untuk menerima semua kenyataan ini. Bantulah aku untuk menjalani sisa waktuku ini dengan tenang.



Aku tidak tau berapa lama aku duduk di luar, tapi sepertinya sudah cukup lama karena rasanya udara mulai dingin. Aku berdiri dan berjalan pergi ketika tiba-tiba rasa pusing ini menyerangku kembali. Aku terhuyung dan hampir jatuh ke tanah jika seseorang tidak menangkapku cepat. Aku tidak tau siapa dia karena pandanganku mengabur dan tidak sadarkan diri.
——————
Aku membuka mataku perlahan, berusaha bangun. “Akhh…” Kepalaku pusing sekali. igeon eodie.?? Ucapku lemah.
Kulihat seorang namja duduk di sebelahku, kepalanya tertunduk di kasur. Siapa dia??
“Emm..” Namja itu mengucek matanya dan mendongak menghadapku. “Nona sudah bangun?? Gwenchana??” tanyanya dengan khawatir melihatku yang tampak kesakitan. Bukankah itu namja yang tadi??
“Ini dimana??” Aku menyenderkan tubuhku, menatap sekelilingku. Aku ada di sebuah kamar yang tidak kukenal. Kamar ini tidak begitu besar tapi sangat rapi dan nyaman.
“Nona tadi tiba-tiba pingsan, jadi kubawa ke apartemenku. Aku tidak tau alamat nona. Apa nona baik-baik saja??” Namja itu menatapku khawatir. “Aku tidak apa-apa. Mian sudah merepotkan.” kataku dengan penuh terimakasih. Aku bangun dari tempat tidur dan berjalan pergi.
“Nona mau kemana?? Ini sudah malam sekali.” Namja itu memegang tanganku, mencegahku pergi. Aku menatap jam yang ada di meja. Pukul 10 malam. MWOO!!! Gawat ahjussi dan ahjumma pasti sangat khawatir. Aku tidak membawa handphone. Ottokhae??
“Lebih baik malam ini nona menginap saja. Ini..” tawar namja itu sambil menyerahkan handphone padaku. “Nona pakai handphoneku saja untuk menelepon orang rumah. Besok akan kuantar nona pulang. Bagaimana??”
Aku menatapnya ragu, akhirnya mengangguk. Sepertinya aku benar-benar gila karena menerima tawaran namja itu. Aku bahkan tidak mengenalnya, tapi sepertinya dia orang yang baik. Kuambil handphone itu dan menelepon ahjussi.
“So eun!!! Kamu dimana???” kata ahjussi dengan khawatir bahkan sebelum aku mengatakan apapun.
“Hari ini aku tidak pulang ahjussi. Aku menginap di rumah teman. Jangan khawatir.”
“Chingu??” Kudengar nada ragu di sana. Aku tau ahjussi pasti ragu karena sudah lama aku tidak mempunyai teman. Aku tidak ingin terlalu dekat dengan seseorang karena suatu saat nanti pasti aku akan kehilangan mereka. Bukankah waktuku tinggal sebentar lagi.
“Ne ahjussi.. tenang saja. Besok aku akan pulang. Sudah ya ahjussi.” Kututup handphone itu sebelum ahjussi bertanya lebih lanjut. “Gomawoyo.” kataku sambil tersenyum, mengembalikan handphonenya. Sekarang apa yang harus kulakukan??
Aku menatap sekeliling ruangan. Di salah satu sudut ada rak yang berisi berbagai macam cd. Kudekati rak itu. “Kamu suka menyanyi??” tanyaku, menatap salah satu cd yang betuliskan golden voice. Kutatap seluruh cd yang ada di rak itu. Rata-rata semuanya berhubungan dengan musik dan bernyanyi. Namja itu mendekat, matanya menatapku. “Ne.. aku suka sekali menyanyi. Aku ingin  suatu saat bisa memperdengarkan suaraku pada seluruh dunia.”
Aku membalas tatapannya dan tersenyum tulus. “Aku yakin suatu saat kamu pasti bisa. Aku belum tau namamu. Kim So Eun imnida.” Aku mengulurkan tanganku ke arahnya.
“Kim Sang Bum imnida.” Dia menjabat tanganku dengan senyum manisnya
“Boleh aku mendengarmu bernyanyi. Anggap saja aku penonton pertamamu.”, pintaku padanya
“Baiklah. Aku akan memperdengarkan suara terbaikku. Aku yakin nona pasti terpesona.” katanya bersemangat.
”Kamu jangan panggil aku nona terus dong..! ucapku
”Ne,,, nona,,upss maksudku so eun....hehehe”
Dia pun mulai bernyanyi.
———————-
Hari itu adalah hari pertamaku mengenalnya. Kim bum anak yang menyenangkan. Dia selalu positive thinking dalam menjalankan hidup, tidak pernah sekalipun ia putus asa. Dia yang mengajarkan banyak hal padaku. Dia membuatku merasa utuh, seakan tidak ada yang salah denganku. Didekatnya membuatku merasa hidup kembali.
Sudah 3 bulan sejak perkenalanku dengannya. Sekarang kami menjadi sahabat. Dia adalah sahabat pertamaku. Kami banyak membagi cerita tentang apapun, kecuali tentang penyakitku. Aku tidak ingin dia menjauhiku karena penyakitku ini. Aku sering bertanya pada diri sendiri, apakah dia mau berteman denganku jika tau tentang penyakitku in??
“So eun…” Seseorang menepuk pundakku pelan, dan berhasil membuyarkan dari lamunanku. “Kamu melamun lagi ya. Kamu hobi sekali melamun.” Kim bum mengambil tempat duduk di hadapanku.
“Aku melamun karena terlalu lama menunggumu tau. Apa kamu tidak sadar kalau kamu sudah telat hampir setengah jam??” kataku pura-pura kesal, dan menjitaknya pelan. Dia tersenyum penuh rahasia. “Aku punya sesuatu untukmu.”
Kim Bum mengambil sesuatu dari kantongnya dan menyerahkan padaku. “Tiket seoul voice.” Aku mendongak, menatapnya tidak percaya. “Kamu berhasil lolos audisi!!! Chukkae!!!” teriakku keras sambil memeluknya.
Dia tertawa pelan, membalas pelukanku. “Ini berkatmu So eun. Seandainya kamu tidak terus menyemangatiku, aku pasti sudah menyerah.
Aku melepas pelukanku, menatapnya senang. “Berkatku?? Ini berkat usahamu sendiri. Aku kan hanya sebagai penontonmu.” candaku.
“Kamu akan datang kan??” tanyanya, menatapku lekat.
Aku mengangguk mantap. “Tentu saja aku akan datang, rugi sekali kalau aku sampai tidak datang menonton sahabatku tampil.”
“Baguslah. Kalau begitu sebagai permohonan maaf karena sudah telat, aku akan mentraktirmu.”
“Jeongmal...?Wah~itu yang kutunggu dari tadi.” Kuambil buku menu dan mulai memilih makanan.
——————–
Aku menatap bayanganku di cermin, memastikan penampilanku sekali lagi. Malam ini adalah penampilan perdana bagi Kim bum. Entah kenapa, aku ingin sekali tampil istimewa dihadapannya. “Wah....cantiknya..” Aku menoleh dan mendapati Ye jin ahjumma berdiri di depan pintu, menatapku penuh sayang.
“Tapi masih kalah dengan ahjumma.” candaku sambil tertawa. Ahjumma mendekat dan memelukku erat. “Ahjumma senang akhirnya melihatmu bisa tertawa seperti ini. Rasanya sudah lama sekali tidak melihatmu tertawa seperti sekarang ini.”
Aku membalas pelukan ahjumma. “Sekarang aku akan terus tertawa ahjumma. Tenang saja.” kataku sambil tersenyum. “Sekarang aku akan pergi.” Kulepaskan pelukanku dan berjalan menuju pintu, tapi tiba-tiba badanku limbung. Kepalaku pusing.
“So eun… Gwenchana??” tanya ahjumma dengan nada khawatir. Aku menegakkan badanku, berusaha menghilangkan rasa pusingku. “Ne..gwenchana ahjumma. Sepertinya aku butuh ke kamar mandi.” Dengan cepat aku berjalan ke kamar mandi. Kurasakan sesuatu yang hangat mengalir dihidungku.
Jangan sekarang, ku mohon jangan sekarang. Aku ingin melihatnya tampil di tempat yang paling diinginkannya. Aku ingin menyemangatinya, ku umohon beri aku kekuatan.
Kuseka darah yang mengalir dihidungku dan meminum obatku. Bertahanlah So eun!! Ucapku semangat.
Pusingku sudah berkurang dan darah sudah tidak mengalir lagi. Kuambil nafas dalam dan berjalan keluar kamar mandi. Ahjumma berdiri di depan pintu kamar mandi, menatapku khawatir. “Aku baik-baik saja ahjumma. Lebih baik aku pergi sekarang, sudah hampir telat.” kataku sepat sebelum ahjumma berkata apapun. Kucium pipi ahjumma sekilas dan pergi menuju stadion seoul.
Tempat itu sudah ramai. Rata-rata para gadis yang datang. Aku menyerahkan tiket dan duduk di tempat yang sudah disediakan. Ternyata dia memberikanku tiket VIP, tempat duduk paling strategis.
Musik dimulai dan Kim bum keluar. Kim bum tampak mempesona di atas panggung. Dia tampak bersinar ketika menyanyi. Semua orang berteriak memanggil namanya, begitu juga aku. Bum, impianmu hampir menjadi kenyataan, sebentar lagi kamu pasti bisa memperdengarkan suaramu pada dunia. ” seru ku..
Acara sudah selesai, tapi aku tidak beranjak dari kursi. Mataku masih menatap panggung yang kosong. Aku ingin mendengarnya bernyanyi sekali lagi. “Ternyata benar kamu masih disini.” Aku menoleh dan mendapati kim bum berdiri di belakangku. “Melamun lagi ya, aku yakin pasti kamu masih di sini. Bagaimana penampilanku??” tanyanya dengan bersemangat, matanya menatapku penasaran.
“Hmm..gimana ya??” Aku memutar bola mata, pura-pura berpikir. Dia memanyunkan bibir cemberut, membuatku tertawa. “Kerennn… Kamu terlihat luar biasa.” kataku sambil tersenyum.
Dia tertawa lega. “Syukurlah kamu bilang begitu, bagiku lebih penting pendapatmu dibanding pendapat orang lain. Lain kali akan kupastikan kamu bahkan tidak bisa-berkata-kata karena penampilanku. Lihat saja.”
Lain kali?? Apa akan ada lain kali?? Apa masih ada waktu untukku?? Pikirku sedih...
Tanpa sadar aku menangis, aku menyadarinya. Tidak akan ada lain kali, yang ada hanyalah, apakah ini akan menjadi yang terakhir. Aku bahkan tidak tau kapan kesempatan terakhirku untuk bertemu dengannya lagi
“Waeyo?? Apa aku melakukan hal yang salah?? Jangan menangis. Kumohon.” Bisiknya lembut, membuatku semakin sedih. Jangan seperti ini bum. Jangan terlalu lembut padaku, jangan membuatku tidak rela meninggalkan dunia ini. Jangan membuatku lemah. Jangan membuat perasaan ini semakin menyiksaku. Batinku..
Dan tiba-tiba saja... Degg,,,dia mencium bibirku lembut, membuat tangisku berhenti. Aku hanya diam, merasa kaget dengan ciuman itu.
Kim bum melepaskan ciumannya, menatapku lembut. “Saranghae Kim So Eun”, aku  selalu ingin mengatakannya, tapi aku takut. Aku takut kamu akan menolakku, aku tau kamu hanya menganggapku sebagai sahabatmu, tapi aku tidak tahan lagi. Aku merasa kamu begitu jauh. Aku takut suatu saat kamu akan menghilang dari hadapanku. Maukah kamu menjadi pacarku??” katanya lembut, menggenggam tanganku.
Aku tercengang mendengar perkataanya, aku tidak percaya dengan pendengaranku. Apa yang dia bilang?? Dia mencintaiku?? Aku tidak bisa, aku tidak bisa menerimanya, aku tidak pantas menerima cintanya. Tapi… aku juga sangat mencintainya. Tanpa berpikir, aku pun mengangguk.
“Gomawo So eun.” Dipeluknya tubuhku erat, senyum bahagia muncul di bibirnya.
Tuhan, aku sudah jatuh cinta pada makhluk ciptaanMu yang paling sempurna ini. Makhluk tampan yang telah membuatku merasa memiliki harapan. Tapi bolehkan ini?? Bolehkah aku mencintainya?? Pantaskah aku memilikinya?? Pertanyaan-pertanyaan itu memenuhi kepalaku.
———————–
Setelah penampilan perdananya di seoul voice, kim bum mendapat banyak tawaran tampil di berbagai acara. Meskipun dia sangat sibuk, dia selalu meluangkan waktunya untukku. Dia selalu membuatku merasa bahwa aku adalah yang paling berarti untunya. Itu membuatku sangat bahagia.
Hari ini adalah genap 4 bulan kami berpacaran. Kami berjanji untuk bertemu di kafe tempat kami biasa bertemu. Dia ingin memberikan kado spesial untukku.
“Anda yang bernama So eun??” Aku mendongak dan mendapati seorang ahjussi yang tidak kukenal berdiri di hadapanku. Aku menatapnya bingung. Siapa ahjussi ini?? Tanyaku dalam hati.
“Kenalkan nama saya kim joon. Saya adalah manager kimbum.” Ahjussi itu mengulurkan tangannya.
Aku menjabat tangannya. “Ah ne.. saya So eun. Ada apa memangnya?? Apa kim bum baik-baik saja??”. Apa terjadi sesuatu dengannya?? Tanyaku panik.
“Kim bum tidak apa-apa, anda tenang saja.” kata ahjussi itu, tersenyum menenangkanku. “Saya ingin meminta bantuan dari anda.”
“Bantuan??” tanya ku.
“Saya tau mungkin ini terdengar kasar. Tapi saya mohon berpisahlah dengan kim bum. Saat ini dia sedang menanjak dan banyak tawaran yang datang untuknya. Jika saat ini dia diketahui punya pacar pasti ketenarannya akan turun, apalagi jika pers tau bahwa pacar kim bum mengidap kanker stadium akhir.”
Aku membeku. Darimana dia tau?? “Apa kim bum…”
“Tenang saja agasshi, kim bum  tidak tau sama sekali tentang penyakit anda. Saya minta tolong pikirkan permintaan saya. Saat ini anda yang paling tau betapa berusahanya kim bum meraih mimpinya dan saya yakin anda tidak ingin menghancurkannya. Pilihan ada di tangan anda agasshi. Saya permisi.” Ahjussi itu berdiri dan segera pergi dari hadapanku.
Aku hanya diam, menatap kosong pemandangan di hadapanku. Apa yang harus kulakukan?? Impian kim bum adalah impianku juga. Aku tidak bisa merusaknya. Aku sangat mencintainya, tapi cintaku ini tidak lebih berarti dari impiannya. Impian itu adalah seluruh hidupnya.
Aku berdiri dan berjalan kembali ke rumah. Perasaanku begitu kosong dan hampa, tapi aku tau ini adalah yang terbaik. Aku harus melepaskannya.
Hal yang terakhir kuingat adalah kepalaku sangat pusing seakan mau pecah. Pandanganku mengabur dan aku tidak ingat apapun lagi.
——————
Aku membuka mata sedikit. Tampak Nam gil ahjussi sedang berbicara dengan dokter joon, dokter yang dulu merawatku.
“Bagaimana keadaan So Eun??”
“Dia sangat lemah hyung. Jika tidak segera melakukan kemoterapi, hidupnya tidak akan lama lagi.”
“Aku tau..tapi dia selalu menolak. Aku tidak tahan melihatnya menderita seperti itu joon. So eun sudah seperti anakku sendiri. Aku tidak ingin kehilangannya.” kata ahjussi putus asa. Air mata mengalir, membasahi pipinya.
Aku ingin bangun dan memeluk ahjussi, tapi badanku begitu lemah. Aku tidak bisa bergerak.
Tuhan, bolehkah jika aku egois?? Aku tidak ingin mati. Aku ingin hidup, aku ingin hidup normal bersama ahjussi dan ahjumma. Aku ingin melihat kim bum menggapai impiannya. Aku tau ini egois, tapi aku tidak ingin kehilangan semua ini. Apakah masih ada harapan untukku Tuhan?? Batinku .
“Ahjussi..” bisikku lirih. Ahjussi menoleh dan mendekat ke arahku senang. “Syukurlah kamu sudah sadar. Ada apa So eun??”
“Aku ingin mengikuti kemoterapi ahjussi.”
Ahjussi menatapku tidak percaya. Matanya berkaca-kaca dan memelukku erat. “ Jeongmalyo..? Kamu pasti sembuh So eun..pasti sembuh.. ” katanya pelan berulang-ulang.
——————-
Hari ini memasuki bulan ke 3 aku menjalani kemoterapi. Aku tidak pernah bertemu lagi dengan kim bum. Aku mengganti no handphoneku dan melarang ahjumma mengatakan apapun padanya. Aku rindu. Aku sangat merindukannya, aku ingin melihatnya, memeluknya, dan mengatakan bahwa aku sangat mencintainya. Kata yang belum pernah kuucapkan untuknya hingga saat ini. Tapi aku tau, aku tidak bisa melakukannya, apa dia mau bertemu denganku jika melihatku yang sekarang?? Sejak menjalani kemoterapi, rambutku mulai rontok dan badanku mulai mengurus. Aku tidak ingin dia melihatku seperti ini, dia pasti akan sangat jijik. Aku tidak ingin memperlihatkan diriku yang seperti ini padanya..
Ahjussi dan ahjumma selalu berusaha menghiburku. Mereka datang setiap hari ke rumah sakit dan menemaniku mengobrol, berusaha membuatku yakin bahwa aku akan sembuh. Tapi aku tau itu semua bohong, aku sudah terlalu terlambat menjalankan kemoterapi dan saat ini yang terus membuatku hidup hanya kemoterapi ini.
“Ini dia vokalis dari Bummie band *ngarang abiz*  yang telah berhasil go internasional. Kim Sang Bum.”, aku menatap sosok kim bum yang ada di tv, dia terlihat sangat tampan.
“Bum.. Bagaimana perasaan anda saat ini, akhirnya anda berhasil tampil di amerika??”
“Tentu saja aku sangat bahagia. Mimpiku untuk memperdengarkan suaraku ke seluruh dunia sudah hampir tercapai.”Kim bum tampak tertawa bahagia. Akhirnya mimpimu hampir tercapai bum. Aku ikut bahagia.” ucap ku menitikkan air mata.
“Ah...kabarnya anda sedang dekat dengan salah satu artis terkenal (maksudnya tante jin hye). Benarkah itu??”
“Itu hanya gosip. Saat ini aku sudah mempunyai seseorang yang sangat berarti untukku.” kata kim bum mantap sambil menunjukkan cincin liontin yang ada di lehernya.
”Kalung itu?? Batinku.
“Apakah gadis itu bukan dari kalangan artis?? Kenapa tidak pernah dipublikasikan??”
“Saat ini aku sedang menunggunya untuk kembali.” kata kim bum tegas. Kim bum mendongak dan menatap layar tv dengan mantap. “Percayalah padaku, aku akan selalu menunggumu. Aku masih memegang janjiku.” Dia tersenyum dan segera berjalan pergi, meninggalkan para wartawan yang tampak penasaran.
Aku hanya diam, menutup mulutku dengan tangan. Tangisku pecah seketika. dia masih menyimpannya. Dia masih menyimpan kalung itu sekaligus janji kami.
_flashback_
“Ini..” kim bum menyerahkan sebuah kalung padaku.
Aku menatapnya bingung “Apa ini??”
“Ini cincin liontin untukmu. Di cincin itu ada namaku. Sedangkan milikku ada tulisan namamu.” Kim bum memasangkan kalung itu ke leherku ketika dilihatnya aku hanya diam. “Suatu saat nanti, jika aku berhasil go internasional akan kutunjukkan kalung ini ke seluruh dunia supaya mereka tau bahwa kamu adalah gadisku.”
Aku mendongak, menatapnya tidak percaya. “Jangan seperti itu bum. Kalau para penggemarmu tau bagaimana??” tanya ku ragu.
“Aku tidak peduli. Selama ini kamu hanya diam jika melihatku digosipkan dengan salah satu artis, tapi kali ini jujurlah padaku. Apa kamu suka jika melihatku digosipkan dengan mereka??”
Aku memalingkan wajah. Dia menghela nafas, memutar wajahku menghadapnya. “Aku tidak akan lagi membuatmu gelisah. Kali ini peganglah janjiku. Aku akan selalu mencintaimu sampai kapanpun dan jika saatnya tiba akan kuberitahukan pada seluruh dunia bahwa kamu adalah gadisku.” Kim bum  memeluku erat.
_End Flashback_

Aku ingin bertemu dengannya sekali lagi. Melihatnya secara langsung. Aku ingin bertemu denganmu Bum. Ucap ku dalam tangis
——————–
“Saat ini cafe tempat Bummie band mengadakan jumpa fans sudah penuh sesak dengan para bummies.” Aku menatap layar tv dengan serius. Hari ini Bummie band mengadakan jumpa fans di dekat rumah sakit tempatku dirawat. Tempatnya tidak begitu jauh, hanya 10 menit untuk berjalan sampai tempat itu.
Aku ingin pergi ke tempat itu. Aku ingin bertemu kim bum, aku ingin melihat wajahnya secara langsung. Aku sangat merindukannya, tapi… hari ini jadwalku untuk menjalani kemoterapi. Sekali saja aku tidak mengikuti kemoterapi maka keadaanku akan sangat memburuk. Ottokhae??
Akhirnya kuputuskan untuk kabur dari rumah sakit. Aku tidak peduli apa yang akan terjadi padaku nantinya. Saat ini aku hanya ingin bertemu dengannya. Mungkin inilah kesempatan terakhirku, aku tidak ingin kehilangan kesempatan ini.
Kuambil salah satu jaket milik ahjussi dan mengenakannya. Kututupi rambutku dengan sebuah topi dan kacamata yang entah milik siapa. Dengan perlahan aku membuka pintu kamarku dan berjalan keluar, memastikan tidak ada yang mengenaliku.
Setelah berhasil keluar dari rumah sakit, aku segera berlari menuju tempat itu. Cafe itu penuh dengan para gadis yang tampak memakai berbagai aksesoris bertuliskan ”사랑해 김범”. Mereka tampak cantik dengan pakaian yang mereka kenakan, berbeda sekali denganku, beerada di antara mereka membuatku menyadari siapa diriku sebenarnya. Mana mungkin seorang gadis biasa yang menderita kanker, bisa serasi berdampingan dengan seorang Kim Sang Bum
Aku ikut mengantri untuk meminta tandatangan. Aku melirik ke arah kim bum. Wajahnya tampak bahagia ketika memberi tandatangan pada cd bummie band dan bersalaman pada para bummies Aku lega dia terlihat baik-baik saja, dia kelihatan sangat menikmati pekerjaannya.
Akhirnya giliranku tiba untuk meminta tandatangan kim bum. Ini pertamakalinya aku melihatnya sejak 3 bulan yang lalu. Dia terlihat lebih dewasa dan tampan. Seulas senyum tidak lepas dari bibirnya. “Harus kutulis untuk siapa??” tanyanya lembut, membuatku tersadar dari lamunanku.
“Ah...ne,,tulis untuk BumSangeun saja…” jawabku lirih, menahan keinginanku untuk menangis. Nama itu adalah gabungan namaku dengan kim bum. Kim sang bum dan Kim so eun. Apa dia masih ingat??
Kim bum mengerjapkan matanya, tangannya berhenti menulis. “Apa itu namamu??” tanyanya curiga.
Aku menunduk, menyembunyikan wajahku. “A...ani,, itu nama sahabatku. Apa ada sesuatu dengan nama itu??”
“Aniyo…” gumamnya pelan sambil menandatangani cd bummie band dihadapannya. Ternyata dia memang tidak ingat, sebenarnya apa yang kuharapkan?? “Gomawo sudah datang ke sini.” Dia mengulurkan tangannya ke arahku sambil tersenyum. Aku menatapnya ragu, akhirnya menjabat tangannya. Ini adalah kesempatan terakhirku bertemu dengannya. Dan tanpa ku duga sebelumnya
Crliiinggggg.......
Rantai kalungku putus tiba-tiba dan jatuh ke lantai. Kim bum menoleh ke lantai, matanya menatap kalung yang ada di lantai dengan kaget. Dengan cepat kuambil kalung itu dan berjalan pergi sebelum dia menyadarinya.
“So eun!!!” teriaknya keras, membuatku menghentikan langkahku. Dia memanggil namaku. Dia memanggilku, rasanya sudah lama sekali sejak terakhir kali aku mendengarnya memanggil namaku. Aku ingin berbalik dan memeluknya ketika sebuah pikiran menghantamku. Potongan percakapanku dengan manager kim bum terlintas dibenakku.
”Saat ini dia sedang menanjak dan banyak tawaran yang datang untuknya. Jika saat ini dia diketahui punya pacar pasti ketenarannya akan turun, apalagi jika pers tau bahwa pacar kyu mengidap kanker stadium akhir.”
Aku harus pergi. Aku tidak boleh bertemu dengannya. Aku akan menghancurkan mimpinya. Mimpi yang menjadi seluruh hidupnya. Batinku
Kuambil nafas dalam dan berlari pergi meninggalkan tempat itu. Tidak lagi menoleh ke belakang, aku tidak tau seberapa cepat aku berlari, aku hanya tau bahwa aku sudah ada di rumah sakit ketika kurasakan cairan hangat keluar dari hidungku dan pandanganku mulai mengabur. Kemudian semuanya terasa gelap.
———————
Tuhan, kenapa rasanya begitu menyakitkan?? Kenapa rasanya tidak rela harus berpisah dengannya?? Kenapa sekarang aku tidak ingin menerima takdirku?? Aku ingin hidup. Aku tidak ingin mati. Aku ingin bersama dengannya selama sisa hidupku. Aku sangat mencintainya. Aku tidak ingin berpisah dengannya.
“So eun..” bisik seseorang pelan di telingaku.
“Bangunlah.. jangan tinggalkan aku seperti ini.” kata seseorang lagi di telingaku. Suaranya bercampur dengan isak tangis. “Kumohon bangunlah…”
Suara itu… Aku tau siapa itu.. Aku ingin melihatnya. Kumohon biarkan aku melihatnya untuk terakhir kali. Kumohon biarkan aku mengatakan bahwa aku sangat mencintainya. Kumohon berikan aku waktu sedikit lagi.
Kubuka mataku perlahan dengan susah payah. Dia berdiri di sampingku, menatapku dengan kesedihan yang mendalam. Air mata mengalir di pipinya. Kuulurkan tangan ke arahnya, menghapus air mata di pipinya. “Jangan menangis..” bisikku lirih.
Kim bum menggenggam tanganku erat, menatapku lekat. “Kenapa kamu tidak bilang kalau kamu menderita kanker?? Kenapa kamu diam saja??” tanya nya masih terisak.
“Aku takut. Aku takut kamu meninggalkanku jika aku memberitahumu tentang penyakitku. Aku takut kehilanganmu.” bisikku. Air mata membasahi pipiku.
“Apa kamu tidak percaya padaku?? Aku sangat mencintaimu. Bahkan meskipun kamu menderita kanker sekalipun. Aku akan selalu mencintaimu. Lalu kenapa kamu pergi tiba-tiba?? Apa kamu tau betapa aku menderita hanya karena memikirkanmu?? Aku hampir gila karena mencarimu.”
Aku mengigit bibir, mencoba menahan rasa sakit yang semakin menghantamku. Jangan sekarang. Tuhan, Beri aku kesempatan mengatakan kepadanya. Beri aku kesempatan menjelaskan semuanya.
“Aku menyadarinya Bum, aku tidak pantas untukmu. Aku hanyalah seorang gadis yang hidupnya tidak lama lagi. Kamu berhak mendapatkan yang terbaik. Aku tidak ingin menghancurkan mimpimu. Aku akan mati bum.” kataku tercekat dalam tangis ku
Dia menggelengkan kepalanya marah. “Jangan bilang seperti itu. Aku tidak membutuhkan apapun selain kamu. Kamu adalah segalanya dalam hidupku, kamu akan sembuh….”
Aku batuk hebat dan kepalaku terasa sangat sakit, seakan akan pecah.  Kurasakan darah di mulutku. “So eun…… nam gil ahjussi!!! So eun.” teriak kim bum panik.
Kegaduhan terjadi di sekelilingku, membuat rasa pusingku semakin menjadi-jadi. Kulihat kim bum tampak menangis dan mentapku dengan sedih. Aku harus mengatakannya. Hanya sekaranglah kesempatanku. “ Bum..” bisikku lirih. Dia mendekat ke arahku, matanya menatapku sedih.
“Saranghae bum..aku sangat mencintaimu bum. Jangan menangis lagi.” bisikku pelan, menghapus air mata di pipinya.
Tuhan, terimakasih atas kesempatan yang Engkau berikan padaku untuk mengenalnya?? Terimakasih telah memberikan cinta di akhir hidupku. Terimakasih atas hidup yang Engkau berikan kepadaku hingga saat ini.
Tuhan, dialah cinta pertama dan terakhirku. Berikanlah dia kebahagiaan di setiap perjalanannya. Buatlah dia selalu tersenyum. Kumohon jagalah dia Tuhan karena cintaku untuknya tidak pernah berhenti sampai kapanpun.
Pandanganku mengabur dan semuanya menghilang.



 2 tahun kemudian         ( 6-september-2010)
” So eun cepat... kamu mau kita terlambat di hari penting ini.??”, Tanya  Ye jin ahjumma yang sedang melihatku di depan carmin, dengan menggunakan gaun pernikahan yang sangat indah.                                                                                                                   “ Ne,, ahjumma!!”, ucapku lalu pergi menuju mobil ahjussi.
Yah,, hari ini adalah hari yang paling membahagiakan bagi ku, bagaimana tidak,, hari ini adalah hari dimana aku akan melangsungkan pernikahanku dengan kim bum. Memang sulit dipercaya, aku masih bisa bertahan hidup sampai sekarang dari penyakit yang hampir memisahkanku dengan kim bum untuk selamanya....ini semua berkat keajaiban cinta yang Tuhan berikan pada ku dan kim bum.
_Flashback_
2  tahun yang lalu saat aku pingsan, aku sempat koma beberapa bulan,, dalam koma ku,, aku bermimmpi bertemu dengan amma dan appa... itu semua seperi nyata,, apakah  Tuhan sudah mengambil nyawaku?…. Saat itu juga,, aku melihat secercah cahaya yang sangat terang yang menyilaukanku… aku pun menghampiri sumber cahaya itu,,, dan seketika aku merasa ditarik oleh cahaya itu…. Setelah beberapa menit,, aku sudah mendapati diriku sedang terkulai lemah di atas ranjang tempatku di rawat,,, aku melihat sekeliling ku,,,dan aku melihat,, seseorang yang selama ini menjadi penyemangat hidupku,,,tertidur lelap seraya memegang tanganku erat. Aku pun memanggilnya,,, dan dia pun terbangun dari tidurnya, dia sangat terkaget-kaget melihatku sadar dari koma ku yang cukup lama.
“ So eun….!! So eun.. kamu sudah sadar..? tanyanya lalu memelukku erat.
”Ne Bum aku sudah sadar.. jawabku pelan. Dia pun melepaskan pelukannya
” Terima kasih Tuhan,,, engaku telah kembalikan So eun pada ku,,,” ucapnya bersyukur atas semua keajaiban ini. Akupun tersenyum manis menatap kebahagian yang muncul dari matanya.
Dengan cepat, kim bum memanggil Nam gil ahjussi untuk memeriksa keadaanku. Dengan wajah yang tak percaya,, Nam gil ahjussi,,, mengatakan hal yang tak pernah aku duga sebelumnya, bahkan ahjussi sendiri tak percaya dengan apa yang di katakan,,, kalau penyakit kanker ku sembuh total. Betapa bahagianya aku mendengar pernyataan nam gil ahjussi yang menyatakan kalau aku sudah sembuh dari penyakit kanker yang telah aku derita 2 tahun ini. Ahjussi pun memelukku dalam tangisnya. Aku melihat kim bum yang tersenyum lebar menatapku dengan tatapan bahagianya...                                               


Setelah aku keluar dari rumah sakit dan tenaga ku sudah pulih kembali,,, aku pun di kejutkan dengan lamaran kim bum yang tiba-tiba.. tanpa berpikir akupun menerima lamarannya. Dan tanggal pernikah kamipun sudah di tetapkan, yaitu tahun depan tepat pada hari ulang tahunku.
_End Flashback_
Setelah sampai di gereja tempat pelaminanku dengan kim bum,, aku yang di dampingi Nam gil ahjussipun menuju altar, tempat aku dan kim bum mengikrarkan janji suci pernikahan.. aku pun berada di depan kim bum, kemudian kim bum pun meraih tanganku untuk mengucapkan janji di depan pastur dan di hadapan Tuhan. Kami pun telah resmi menjadi suami istri. Perlahan kim bum mendekatkan wajahnya ke wajahku, semakin dekat....dan dia pun mencium bibir ku dengan lembut,,,, semua orang di dalam gereja pun bersorak, dan bertepuk tangan untuk kami.. tak lupa pula, dengan para fans kim bum yang tak kalah hebohnya.
            Indahnya cinta kadang membuat kita lupa,
Lupa apa yang sebenernya kita rasakan
            Cinta membuat hari kita bahagia
            Cinta membuat hidup kita lebih indah
            Cinta membuat kita semangat untuk menjalani hidup
            Namun
            Cinta bisa membuat kita terluka
            Kadang cinta menghanyutkan
Cinta memang tak harus memiliki
Cinta sejati bisa kita temukan dimana saja
Abadinya cinta sejati tergantung kita yang melawatinya.!!

The_End
mian kalau aneh…..!! gimana bagus kah atau jelekkah… kepanjangan ya..?? hahaha
di tunngu kritik dan sarannya..!! 고마 워요.. J

Sheen Love So Eun Part 2

Annyeong…… mates,, karena bnyak yg suka dengan ff q yg gk nyambung ni....hehehehehe. maka dari itu aku lnjutin ceritanya. Oya,,, di part ni da tambahan cast...yaitu sunny n the genk  yg di BBF,,, karena aku gk tau nama genknya apa... jdinya aku namainnya genk X-STAR and di part nii,,, kim bum nongol cuman bentar ,, v tenang aja,, part selanjtnya Insya Allah bnyak  kok.!! Ya dah ,, ga usah basa basi,, langsung aja..!!!
Lets cekidot...!!!

Part 2











Tittle .: Sheen Love So Eun

Author : Nuri Manda D’auLin Sejati “bummso-loverz”

Genre: Friendship, Romance

Type: Sequel

Main Cast:

- Kim So Eun

- Kim Bum

Other Cast:
- Yoona
- Ki Bum
- Kim Nam Gil
- Genk X-STAR : *Gook Ji Yun as Ginger
                             * Jang Ja Yun as Sunny
                             * Min Young Won as  Miranda
PART 2
                                                     My Old Friend


So Eun POV

Dikantin sekolah

”Huh… sepertinya Kim bum emang bener-bener nyebelin. Aku semakin benci dengannya.” Ucap ku kesal. Tipa hari ada saja cara yang dilakukannya untuk ngedeketin aku, dan yang anehnya lagi,,, aku selalu menemukan mawar di laci mejaku. Bisa di tebak itu pasti dari kim bum,, cowok yang super  nyebelin.

“ Ehem..ehem… bunga dari penggemar rahasia nih..” ejek yoona
” Penggemar rahasia apanya,? Dia tu cowok gila, masa tiap hari ngirimin aku mawar.”  balas ku kesal.
” So,, tapi kamu suka kan..? goda yoona
” Walaupun  stok cowok di dunia ini habis, dan tinggal dia satu-satunya, lebih baik aku ngejomblo deh seumur hidup..!!!”
” Huus,,, ati-ati lho !! kan benci beda tipis sama cinta..”
” Udah deh , daripada kita ngomongin dia, lebih baik kita ke perpus yuk.!!! Ada buku yang harus aku pinjam buat ujian besok...” ungkap ku pada yoona
” Wah, kayaknya bentar lagi ujan nih..!” seru yoona
” Hah.? Kok kamu bisa tau.?, tanya ku penasaran.umben
” Iya, habis tumben-tumbennya kamu belajar..!!” jawab yoona sambil berlari menghindari amukanku.
” Ya... Im Yoona.!!! Teriakku sambil mengikuti yoona yang dari tadi sibuk menyelamatkan diri dari cubitan mautku.


End So Eun POV

_____________________


Author POV

Di perpus

Ternyata enggak hanya so eun dan yoona saja yang berada disana, tapi genk X-STAR juga ada disana. Genk X-STAR adah genk yang palig ditakuti oleh semua anak seantero sekola. Selain mereka menakutkan, mereka juga semena-mena sama orang lain, terlebih jika orang itu lebih rendah dibawah mereka. Enggak segan-segan mereka menjahili orang samapi orang itu pindah sekolah saking enggak tahannya digencet kala dikelas sendiri.
Terlihat Ginger, ketua dari kelompok genk itu sedang sibuk-sibuk mencari buku yang akan di pinjamnya.

            BRAKK.!!! Kursi di samping Ginger terbanting ke lantai dan mengenai kaki Ginger.

” Ya,, kamu ga tau apa ada orang di sini.?” Bentak Ginger.
” Aduh.. mian sunbae, aku enggak sengaja..!” ucap jeoja adik kelas ginger.
”Sorry....sorry !! ga punya mata apa...? kamu fikir kaki aku enggak sakit apa.?”
” Udah deh gin,,, dia kan udah minta maaf..” kata so eun melerai.
” Kamu ga usah ikut campur urusan ku.!! Aku ga suka omongan ku dibantah sama orang yang enggak level sama aku..!!! Arasso..!!!!”  ungkap ginger dengan nada menghina.
” Eh, maksud kamu apa.? Aku udah baik-baik ngomongnya, eh kamu malah nyolot..!!”, so eun ikut terpancing.











” Udah eun,,, udah..” bisik yoona.

” Mwo..?? takut dipanggil guru BP, atau kamu emang bener-bener takut sama aku.?? Aku udah yakin kalau kamu tuh emang enggak punya nyali gede, alias cemen. Yah... kayaknya emang nasib mu, di sekolah kamu juga ga terkenal sih kayak aku, tapi aku salut sama kamu, bisa ngerebutnya dari orang lain..” ucap ginger panjang lebar.

” Kamu, tuh kayaknya emang mau cari gara-gara sama aku.? Aku enggak pernah takut sama kamu..” kata so eun geram.

” Abisin aja Gin.!!” , ucap sunny salah seorang dari genk itu.

“ Eun, mendingan kita pergi deh..!!!” enggak usah ngeladenin mereka, enggak ada untungnya..” yoona mencoba meredamkan amarah so eun.

” Waeyo.., kok diem aja...?” eman dasarnya penakut sih,, jadi mau gimana lagi...” ucap ginger sambil memainkan rambut panjangnya.







” Yoona, kayaknya kamu bener deh. Mending kita pergi dari sini. Ngapain juga ngeladenin bule gila ini..!!” ucap so eun lalu pergi meninggalkan genk X-STAR.

”Sialan..” umpat ginger.

Genk X-STAR mulai bertambah geram ketika so eun dan yoona pergi dari perpus, tanpa sedikitpun meladeni omongan ginger.


End Author POV

_____________________



So Eun POV


Aku, masih saja komat-kamit sambil marah-marah karena kejadian di perpus tadi.

” Coba aja tadi enggak ada kamu. Aku pasti udah berantem sama dia..” ucap ku pada yoona.

” Kamu sih pakai emosi segala , jadinya runyam begini..! kita pasti udah ada di daftar musuh mereka, coba aja liat besok cari gara-gara sama kita..!!” ucap yoona menasehati.

” Udah ah males ngebahasnya. Btw , gimana kencan kamu tadi malam.??” tanya ku

” Eh iya, aku tadi juga belum sempat marahin kamu kan.?” gila apa malem-malem nyuruh aku dateng ke kafe SoEul, terus ketemuan sama kibum, padahal akunya belum pernah ngobrol sama dia. Aduh eun, muka aku mau ditaruh dimana waktu itu..?” jawab yoona kesal.













Aku hanya cengengesan aja ngelihat yoona mengulang kembali adegan dia berkencan dengan kibum.

” Eh, malah ketawa.?” ucap yoona dengan tampang cemberut
















”Iya deh,, miahae..!! abis kamu lucu deh,, terusin dong ceritanya..!!” suruh ku.

” Ne.. ne.. Terus yang paling parahnya lagi sewaktu aku udah nyampe sana. Udah capek-capek naik taksi eh, dia cuma bilang gini : ” kamu temennya so eun kan,, ngapain ke sini.?”, Ya ampun Eun kalau aja kamu ada di sana pasti kamu ikut malu kok. Tapi aku seneng deh gara-gara ide iseng kamu ini, sekarang aku jadi punya cowok.!!” . lanjut yoona.

” Maksudya...?” tanya ku tak mengerti.

”Aigoo.... kumat lagi deh.?? Yah aku jadian sama kibum, pacaran gitu. Wah enggak nyangka banget, baru aja semalem kita ngobrol eh udah jadian aja..” jawab yoona.

” Mwo.? Eh maksudku syukur deh, kalian bisa jadian , jadi usahaku enggak sia-sia. Chukkaeyo.!!”, ucap ku dengan tampang sedih bercampur senang .










” Ne,, cheonma Eun,, ini juga berkat  kamu.!” kata yoona

” Gwaencana... kalau gitu... terus mana nih janji kamu buat traktir aku.?” kan belum resmi kalau mak comblangnya belum di kasih pajak jalan...” tanya ku.

” Tenang,, aja Eun, jangan khawatir dan jangan risau..” jawab yoona senyum-senyum.


End So Eun POV

______________________



Author POV


Enggak begitu lama yoona udah membawa banyak makanan di tangannya sampai-sampai yoona kerepotan membawanya. So eun yang dari tadi bengong nunggu pesanannya datang, sekarang melonjak kegirangan.

” Wah,, banyak bener.!! Ini buat aku semuanya, baik banget kamu yoona.!!”, so eun nerocos sambil sibuk menarik-narik makanan yang di bawa yoona.

” Tunggu dulu dong!! Ini semua punya ku, nah ini baru buat kamu..” jawab yoona.

”Mwo,,, cuma es teh aja.? Ya ampón yoona pelit banget sih sama temen sendiri..”

“ Biarin!! Abis kamu rakus banget..” ucap yoona.lari dari ku

” Nasib-nasib... ” , ucap ku seraya mengejar yoona.

Saat so eun berlarian di koridor sekolah, so eun berpapasan dengan namja yang baru-baru ini menjadi trendsetter di sekolahnya. Siapa lagi kalau bukan kim bum.


” Hay So eun, hari kamu beda deh lebih cantik..!!” sapanya.

” Oh, jadi cuma hari ini doang aku kelihatan cantik.? Enggak sopan banget sih kamu.!!” . ucap so eun kesal.
















” Maksudku bukan itu.!! Tiap hari kamu kelihatan cantik kok.!!”, kim bum mulai kelabakan.

” Baru tau.?”, so eun tetap cuek.

” Kamu kok gitu sih Eun.? Jangan marah dong my darling, my honey, my heart...”, rayu kim bum.

“ Udah deh kamu enggak cocok ngegombal kayak gitu..!! so eun sewot
“ Aku ga ngegombal kok.!! Cuma kamu cewek yang aku sukai.!!” , ungkap kim bum.

“ Oh yah,,? Sayangnya aku enggak percaya tuh.!!” Balas so eun.

“ Eunnie… apa kamu baru percaya kalau suatu hari nanti, aku bisa membuktikannya sama kamu.?”, kata kim bum serius.














So eun Cuma bisa diam saja. Enggak mungkin kan cowok seplayboy kim bum cuma bisa cinta sama satu orang cewek. Apa kata dunia nanti.

“ Eun,, udah bel tuh.!! Cepetan masuk.!!”, teriak yoona dari dalam kelas.

Kim bum mencoba menahan so eun untuk pergi tapi so eun buru-buru melepaskan tangannya dari pegangan kim bum. Waktu sudah berjalan lamanya, enggak terasa waktu pulang pun tiba. Hari ini enggak biasanya so eun pulang sekolah sendirian, yoona yang biasanya pulang bersamanya sedang sibuk ngedate dengan pacar barunya.

” Lama banget sih pak jung..?*ngarang*.! Ucap so eun melihat jam tangannya.

Sudah hampir satu jam so eun menunggu mobil jemputannya datang. Hampir saja dia mau pergi sebelum mobilnya datang.

” Ya,, ampun pak jung, lama banget sih.? Keburu nih perut berisik tw...”, kata so eun kesal.

” Mian nona..! Tadi jalanan macet..”, elak pak jung.

” Ya udah,, ayo pak cepetan, laper banget nih..” seru so eun

Mobil Avanza biru milik so eun melaju dengan cepat menuju rumahnya. Hanya dengan waktu 30 menit, so eun sudah sampai di rumahnya, maklum rumahnya enggak jauh-jauh amat dari sekolah.

Sampai di rumah, so eun enggak sempet gantu baju, buru-buru so eun duduk di meja makan dan mulai mengunyah habis isi piring. *masya Alloh,,, eunnie... rakus bener*. Gimana enggak lapar tadi aja di sekolah so eun enggak sempet jajan, perut so eun Cuma kembung dengan es teh dari yoona. Sesudah selese melampiaskan kelaparannya dengan nasi goreng ayam,  so eun langsung buru-buru masuk ke kamarnya. Bukannya mengganti baju sekolahnya, tapi so eun malah sibuk mengotak-atik hp yang dari tadi nganggur enggak ada satu pun pesan yang nampak. Wah sepertinya julukan ” Mizz Lazy” memang pas buat so eun.




End Author POV


__________________________



So Eun  POV

*so eun room*

Selesai makan,, aku buru-buru masuk ke kamar ku. Bukannya mengganti baju sekolah, tapi aku malah sibuk mengotak-atik hp ku yang dari tadi nganggur enggak ada satupun pesan yang tampak. Sepertinya julukan ” Mizz Lazy”, memang pas buat ku...ckckckckck....^^

Karena, enggak ada pesan satupun yang masuk, akupun mengirimi yoona pesan.

” Yoon... gmna kncannya. Wah enaknya yg pny pacar br...hehehehe

                                    _SoEun_
Report: Delivered

Dreet..dReet... hp ku bergetar kencang...
                        1 New Message
Read:
 ” Eun, kibum marah ma aq.!! Aq ga tw knp Eun.. bantuin aq dong Eun.. jebal..!!”

                                    _Yoona_
Reply
“ Tenang aja aq psti bantuin km koq Yoona..^^!”

                                    _SoEun_
Entah apa yang ada di benak ku, sampai-sampai aku rela melakukan segalah hal yang membuat Yoona bajía.”Walaupun itu semua menyakitkan buat ku, tapi paling tidak, aku juga bisa ikut merasakan kebahagiaan yang di rasakan Yoona…” pikir ku..

Masalah yang aku alami bukan hanya menyangkut perasaan pribadiku dengan kibum, tapi juga menyangkut bagaimana kesetiaanku sebagai sahabat yang baik buat Yoona.




End So Eun POV


____________________


Autor POV


So eun mencoret-coret sebuah kertas untuk menuangkan seluruh isi hatinya sekarang.

Dear diary,,

            “Aku bingung dengan apa yang terjadi sekarang. Hatiku tersiksa melihat Yoona dekat dengan kibum, tapi aku enggak bisa berbuat apa-apa. Aku udah terlanjur memberikan satu-satunya cowok yang paling aku sanyang ke cewek lainb. Aku emang babo, enggak bisa mempertahankan cintaku sendiri. Aku ini hanya seorang cewek pengecut yang hanya diam-diam mencintai pacar orang lain. Tapi aku enggak munafik.!! Kalau saja Yoona enggak suka sama kibum, mungkin sekarang aku udah bahagia bersama kibum. Waktu enggak akan mungkin berputar kembali.... Kibum, sekarang aku harus berusaha melupakan kamu dan aku harus mencoba merelakan kamu untuk Yoona, dan aku aku akan mencoba membuka hatiku untuk orang lain. Aduh aku kenapa yah, kok aku jadi kepikiran kim bum.? Enggak mungkin aku suka sama dia, dia kan.....
Udah ah sampai disini aja,, udah ngantuk berat nih...” ^_^











” I LOVE YOU AND YOU KNOW MY LOVE IS TRUE
IT WILL NEVER END TILL THE END OF TIME
I MIGHT NEVER FIND SOMEONE LIKIE YOU
BUT I HAVE TO GO ON AND I STILL WILL GO ON”




Gimana mates..?? tambah gaje ya…??  Maklum ini pertama kali aku buat ff...
Jadi mhon maaf  kalau gk bgus...n gk menarik..!!!

Please Coment....!!!

Gomawo...^_^




Sheen Love So Eun Part 1


Annyeong mates….. ni adalah FF bumsso pertama ku...
saya harap kalian semua seneng bacanya…!!!

Please read and coment..!!!

Enjoy this…^^












Tittle .: Sheen Love So Eun

Author : Nuri Manda D’auLin Sejati “bummso-loverz”

Genre: Friendship, Romance

Type: Sequel

Main Cast:

- Kim So Eun

- Kim Bum

Other Cast:
- Yoona
- Ki Bum
- Kim Nam Gil






Part 1
 LOVE IS BLIND


Author POV


Pagi itu matahari begitu cerah menggantikan sinar bulan yang semakin meredup. Udara yang segar mengawali hari ini dengan penuh semangat. Tampak seorang perempuan cantik sedang berlari-lari menuju pintu gerbang sekolah dengan tergesa-gesa.

”Aduh aku telat nih!!! Untung aja pinta gerbang belum ditutup!!!” ungkap gadis yang bernama Kim So Eun itu,,, tapi teman-temannya lebih senang memanggil nya So Eun...
So eun adalah siswi kelas 2  SMA di Shinhwa high school…
Seperti  biasanya So Eun selalu datang terlambat ke sekolah. Entah apa yang selalu membuatnya enggan pergi ke sekolah. Bahkan tiap hari So Eun sering dihukum oleh guru-gurunya. So eun sendiri juga punya julukan  di sekolahnya, So eun dinobatkan sebagai ”Mizz Lazy”. So eun  bisa sekolah di SHINWA karena dia adalah anak konglomerat di korea,,,  walaupun begitu So eun tetap rendah hati, itulah kelebihan dari seorang So eun.
End Author POV

__________________

So Eun POV

”Tok...tok..!! ” Aku mengetuk pintu kelas
”Permisi Pak Kim. Maaf saya datang terlambat,” seru ku sambil berdiri di samping Pak guru Kim Nam Gil.

Dibenak ku muncul berbagai macam hukuman yang nanti pasti akan segera diterimanya. Mulai dari keliling lapangan 5 kali, membersihkan toilet guru, mengepel seluruh ruangan guru dan yang paling mengerikan adalah enggak boleh mengikuti pelajaran selama satu minggu.... ” Wuih.....gak kebayang deh gimana rasanya..... kasian bener eunnie...ckckckckck”.

”Memang tadi malam ronda sampai jam berapa..?” canda Pak Nam gil tiba-tiba.

Seketika suara riuh membahana di kelas itu. Anak-anak mulai sibuk menertawakan aku. Pak Kim adalah salah satu yang paling aku takuti. Bukan hanya aku saja tapi hampir seluruh anak di kelas itu enggan berbuat macam-macam ketika pelajaran Pak Nam gil sedang berlagsung. Aku juga mempunyai julukan tersendiri buat Pak Nam gil yaitu “ KILLER…” Sebenernya Pak Nam gil enggak galak- galak amat, mungkin karena wajahnya yang serem jadi beliau sering dipanggil seperti itu. ”haahaha V buat yg fansnya Kim Nam gil ”

”Karena Bapak baru baik hati, sekarang kamu boleh duduk.!!”
”Yang bener nih Pak .?”

Aku langsung ngeloyor aja pergi lalu mencari tempat duduk yang biasanya aku tempati bersama sahabatku Yoona... ya Yoona adalah sahabat ku sejak kami duduk di bangku SMP.

”Gila kamu beruntung amat hari ini.!!! , Yoona menyambutku.
”Siapa dulu dong So eun...”

Ehem..ehem..... suara Pak Nam gil mengagetkan kami berdua. Kontan saja Yoona dan
aku diam seketika.

End So Eun POV

___________________


Author POV

Sepertinya hari ini dewi fortuna ada dipihak SoEun. Yang pertama SoEun lolos dari hukuman Pak Nam gil dan sekarang namja yang paling disukainya sedang ada didepan matanya.

”Hay KiBum..!!!”, sapa SoEun lembut.
“Oh hay…”, jawab KiBum dengan senyuman mautnya.
”Ya ampun nih cowok emeng bener-bener keren. Dia bener-bener anugerah Tuhan yang paling sempurna”, dalam hati SoEun.
”SoEun-ah, kok ngelamun sih..? mau ikut ke perpus enggak.?” kata KiBum membuyarkan lamunan SoEun.
”Eeeh a...ani. Aku mau cari Yoona dulu.!!”
“Ya udah aku duluan yah annyeong..!!”
“Annyeong...” , balas SoEun.


End Autor POV

___________________

So Eun POV

Aku kembali lagi dengan khayalanku tentang KiBum. ”Mungkin aku akan jadi terkenal kali yah, kalau  bisa ngedapetin KiBum. Secara KiBum adalah namja yang paling populer di sekolah, sebelum. Selain dia cakep dan keren. Kibum juga berprestasi di sekolah. Emang bener-bener cowok yang sempurna.” Pikirku
”Woiii... ngelamun aja.!!”, teriak Yoona di telingaku yang membuat aku berhenti dari khayalan ku tentang kibum.
”Aiisshhhh.... bisa enggak sih kamu enggak kagetin orang satu hari aja.!!” bentakku kepada yoona.
”Aduh-aduh mianhae Eun. Abis kamu ngelamun  aja sih..” kata yoona dengan senyum manisnya.
”Eh,, ngapain kamu kesini.??” tanya ku.
”Nah ,, kan jadi lupa. Kamu sih pakai marah-marah segala jadinya lupa deh..” ujar yoona dengan tampak polosnya. ”
”Huft,, dasar kau. Iya Terus kenapa..? tanyaku padanya
”Gini lho,, nanti pulang sekolah kita jalan-jalan yuk. Kan udah lama kita enggak jalan –jalan bareng. Mau kan.? Ungkap yoona sambil tersenyum.
”Oke deh..” jawab ku
Oya Eun... kamu udah tau belum hari ini ada murid baru pindahan dari Jepang. Kalau enggak salah namanya Kim Bum, iya namanya Kim Sang Bum. Tampangnya sih lumayan keren
”Terus apa hubungunnya dengan ku..?” kata ku sinis.
” Aishhh...  kamu nih...” ujar yoona sambil menjitak kepala ku.


End So Eun POV

_________________________


Author POV

Kim bum adalah siswa pindahan dari Jepang yang sekelas dengan so eun dan yoona.
Kim bum pindah kerena ayah nya di pindah tugaskan ke korea,, sebebenarnya kim bum asli korea, tapi karena kedua orang tuanya pindah tugas ke Jepang dia harus menetap disana sampai akhirnya dia kembali ke kampung halamannya. Selain itu kim bum adalah namja yang sangat keren ditambah dengan Killer Smile nya yang mampu memikat hati cewek-cewek di sekolahnya.Coba aja di sekolah SoEun ada polling pemilihan cowok paling cakep, pasti kim bum pasti masuk urutan teratas.(aneh-aneh aja) dan mengalahkan kibum. Tapi tampaknya enggak semua yeoja yang ikut menggilai kim bum, siapa lagi kalu bukan Kim so eun,, liat aja dia cuma bengong-bengong aja ngeliat kim bum yang dikerubungi cewek-cewek.

”Annyeong...!!”, sapa kim bum dengan gaya killer smilenya itu.

SoEun enggan merespon sama sekali, Yoona yang dari tadi gregetan ngelihat tingkah SoEun ikut-ikutan gemes ngeliahatnya. Kapan lagi coba dideketin sama cowok cakep, cewek-cewek lain aja ngiri ngelihatnya. Eh ini anak malah nyuekin abis-abisan, rejeki kok ditolak.

”SoEun-ah, kamu gimana sih. .? Masa disapa cowok secakep itu dianggurin.!! Ungkap yoona pada so eun.
“ Engg…”. Hanya itu kata-kata yang keluar dari mulut so eun.
”Aku bingung deh sama kamu, dia tuh cakep, keren, manis, cute, pokoknya semua yang baik-baik deh ada di kim bum. Eh kamunya malah cuek banget sama dia.!!” ungkap yoona dengan nada kesal.
” Kalau kamu mau ambil aja sana..!!!” ucap so eun sewot, lalu pergi meninggalakan yoona yang terbengong-bengong.

Yoona yang dari tadi kebingungan akhirnya memilih untuk ngobrol dengan kim bum daripada mengikuti so eun.


End Autor POV

___________________


So Eun POV

Setelah kejadian tadi bersama kim bum , aku pun pergi meninggalkan yoona, aku pun berjalan menuju kantin, dengan perasaan kesal,, tiba-tiba saja tanpa aku sengaja. BRUUK.!!!. Sepertinya aku menabrak seseorang.

” Eh.. mianhae aku enggak sengaja.!!” ucapku sambil menunduk minta maaf.
” Gwaenchana,,, lagian aku ditabrak sekali lagi juga mau kok.”
Aku terkejut mendengar perkataan orang yang aku tabrak ini, tapi aku tidak asing lagi dengan suaranya, akupun menatapnya,,, dan betapa kagetnya aku, karena orang yang aku tabrak adalah kibum.

” Yee,,, maunya.!! Kata ku dengan wajah yang memerah saking malunya. Kamu mau kemana .? tanya ku.
” Laper nih, mau ke kantin. Eh enggak taunya malah ketemu putri cantik disini.” jawabnya, yg berhasil membuat muka ku jadi memerah
” Dasar gombal.. ! kebetulan aku juga mau ke sana..”

Aku dan kibum buru-buru duduk di tempat paling ujung di kantin yang lumayan gede itu. Tiba-tiba saja aku mempunyai ide gila untuk membantu sahabatku yoona, buat mempertemukan dia dengan cowok yang di sukainya.

”Bum-ah, nanti malam kamu mau enggak datang ke kafe SoEul jam 7.?” tanya ku.
” Wah,, tumben kamu ngajak aku keluar..”
” Jadi kamu enggak mau nih.?” aku mengalihkan pembicaraan.
” Eh,, bukan begitu. Aku mau kok... memang ada acara apa..?”

Aku enggak menjawab pertanyaan kibum, malah aku langsung pergi ninggalin kibum begitu aja. Kibum yang terbengong-terbengong spontan memanggil-manggil ku dari kejauhan.

” SoEun-ah , mau kemana.?” tanya nya.
” Ada urusan penting nih..!” jawab ku.

End So Eun POV

____________________


Author POV


Kibum hanya bisa melihat kepergian so eun dari kejauhan. Mungkin jawabannya akan dia temukan setelah dia bertemu so eun nanti malam.

” Siapa tau aja so eun mau menyatakan perasaanya..” seru kibum dengan Pdnya.

Sesudah bel pulang sekoalah SoEun buru-buru pulang. So eun juga enggak sempet ngomong sama yoona. Yoona sudah sibuk sms so eun, karena so eun sama sekali enggak memberi taunya.

” Nih ,,anak kebiasaan deh. Kalau datang aja terlambat , eh tapi kalau pulang paling cepet dia... aishhhhh...!!” ungkap yoona kesal

            ” Eun,,, jdi ga’ sih .?? km tuh gmna qo ga tunggu aq dlu.?

                                    _Yoona_
Report: Delivered to So eun
Beberapa detik kemudian,,,, dret…..dreet,,,, hp yoona menerima balasan
                                    1 New Message
Read:
            ” Yoona, soal acara jln2 kt cancel dlu aja,, cz ad yg lbih penting nih.!! Km bs kn ke kafe SoEul tar mlm jm 7..? dandan yg cntik yah..! kibum tgg km d’ sna..^^

                                    _SoEun_
Beberapa detik kmdian .... hp so eu  bergetar menerima balasan dari yoona.

            ” Gila km ,, msak aq hrz temuin dy tar  mlm.? Ga maw ah Eun,,, mna tdi aq ga smpet ke salon lg.”
                                    _Yoona_

Yoona bener-bener bingung di buatnya. So eun tiba-tiba saja membtalkan acara mereka berdua dan sekarang, enggak ada hujan enggak ada guntur , so eun nyuruh yoona buat nemuin  kibum, cowok yang selama ini di sukainya. Ngeliat wajahnya aja udah bener-bener nervous apalagi buat ketemu langsung, bisa-bisa yoona sakit jantung mendadak.

            1 New Message.
Read:
            ” Aq ga mw tau .!! klu km ga ksana , aq ga maw ngomong sm km lg.!! Arasso..^^
Tapi tar jgn lpa, klu daH jadian aq dpet pjak jln lho..!! hehehehe..

                                    _SoEun_

” Aishhhh anak ni , enggak tau apa orang lagi bingung gini.!!” gimana nih.? Tunggu aja besok di sekolah pasti bakal aku bejek dia,,,” ucap yoona setelah membaca pesan dari so eun.

Disisi lain, hati so eun serasa berontak, mana ada cewek yang rela memberikan cowok yang juga dicintainya kecewek lain. Tapi paling tidak, so eun udah ngebahagiain orang yang di sayanginya selain kibum.


To Be Continued


Bagaimanakah reaksi kibum ketika yang ditemuinya bukanlah so eun,, tetapi yoona..??
Huh enggak tau lah aku ,,, kita liat aja besok..!!!

            Ku tau waktu akan terus berputar
            Ku tau bumi tak kan berhenti berputar
            Ku tau langit tak kan selalu mendung
            Ku tau suatu saat akan ada recerca harapan di depanku
            Tetapi aku takkan pernah tau apa itu cinta..
            Cinta yang takkan pernah mungkin kembali untukku
            Dan datang untukku.....
            Tapi aku akan selalu setia menuggu mu hingga waktu tiba...
            Dan aku berharap  engkau kembali untukku
            Dan saat waktu itu tiba, aku tau bahwa itu memang cinta...




Bagaimana mates..??? ceritanya gaje ya..? jelek ya..?? atau apa..???
Loq banyak yg seneng aku lanjutin cerinya, tapi loq gk ya smpai disini aja…!
Mohon kritik dan saran..!!!
Maaf sebelumnya…. Di part ni scane bumsso nya cuman sedikt.. v besok-besok Insta Allah bakal bnyak..^6^

Gomawo..!!! ^^