TINJAUAN KASUS
ASUHAN
KEPERAWATAN
Pada Tn “K” dengan Combustio Gr. IIA-IIB 10% EC.AIR PANAS
No.
Register : 11388428
Ruang
: Combustio (Ruang 16)
Tgl
MRS/Jam : 26 April 2018 / 22:45 WIB
Tanggal/Jam
Pengkajian : 30 April 2018/09:30 WIB
Diagnosa Medis : Combustio Gr. IIA-IIB 10%
EC.Air Panas
1.
IDENTITAS
a.
Biodata
Klien
v Nama
: Tn. “K”
v Jenis
kelamin : Laki-laki
v Umur
: 45 th, 2 bln, 14 hari
v Agama
: Islam
v Suku/Bangsa
:
Jawa/Indonesia
v Pendidikan
: SMA
v Pekerjaan
: Karyawan Swasta
v Alamat
: Dusun Temu, RT 02/03 Sitirejo Wagir Malang
b.
Biodata
Penanggung jawab
v Nama
: Ny. “B”
v Jenis
kelamin : Perempuan
v Umur :-
v Pekerjaan : IRT
v Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia
v Alamat :
Dusun Temu, RT 02/03 Sitirejo Wagir Malang
v Hubungan
dgn Px :
Istri
2.
RIWAYAT
KESEHATAN
a.
Keluhan
Utama
1)
Saat
MRS: nyeri karena luka bakar
2)
Saat
Pengkajian: klien
mengeluh nyeri
P:
Tersiram
air panas
Q:
Nyeri panas
R:
Dada
sebelah kiri, dan lengan kiri atas sampai ke siku.
S:
4 (sedang)
T:
Nyeri dirasakan semakin
berat jika badan digerakkan, saat mobilisasi ditempat tidur dan saat mandi, dengan
durasi ±2 menit
b.
Riwayat
Penyakit Sekarang
1)
Alasan
Masuk Rumah Sakit:
Tn. “K” mengatakan bahwa beliau terpeleset dikamar mandi saat membawa air
panas sehingga Tn.”K” terkena tumpahan air panas tersebut. Saat kejadian,
Tn.”K” tidak langsung dibawa ke Pusat pelayanan kesehatan terdekat namun Tn.”K”
mengaliri luka bakar nya dengan air dingin biasa selama ±30 menit, kemudian
setelah istri Tn.”K” pulang Tn.”K” langsung dibawa ke Puskesmas terdekat,
setelah dirawat disana Tn.”K” pulang ke rumah, saat dirumah luka bakar Tn.”K”
mulai melepuh, sehingga Tn.”K” dibawa ke RS Panti Waluya Malang, setelah
dirawat di RS Tn.”K” kemudian di rujuk ke IGD RSSA Malang dengan kondisi
terdapat luka bakar di lengan atas sebelah kiri menjalar ke dada sebelah kiri. Setelah dilakukan penanganan awal di IGD klien kemudian
dipindahkan ke ruang 16. Pada saat
pengkajian tanggal 30 April 2018 di ruang 16 kondisi klien terbaring lemah,
sudah tidak terpasang cairan infus, balutan pada bagian dada kiri dan lengan
atas kiri, pada hari itu juga tgl 30 April 2018 telah dilakukan perawatan luka,
dengan kondisi luka mulai membaik, dimana warna luka pink ke merahan
(hiperemia), dan Klien mengatakan bahwa luka ditubuhnya terasa nyeri seperti panas,
dengan skala nyeri sedang (4), dan terasa hilang timbul.
2)
Riwayat
Penyakit Dahulu:
Tn. “K” mengatakan sebelumnya beliau pernah di rawat dirumah
sakit karena mengalami patah tulang pada tarsal sebelah
kanan akibat kecelakaan pada tahun 2002.
3)
Riwayat
Penyakit Keluarga:
Ibu
Tn.”K”
mengatakan mengatakan tidak ada keluarga yang mengalami penyakit keturunan.
Genogram
Keterangan:
3.
DATA
PSIKOLOGIS
a.
Status
emosi
Saat pengkajian
emosi Tn.”K”
stabil, Tn.”K” menjawab pertanyaan pengkaji dengan baik, dengan sikap
terlihat menerima kehadiran pengkaji.
b.
Konsep
Diri
1)
Body
Image
- Klien tidak menyangka jika
bagian tubuhnya menjadi seperti saat ini.
2)
Identity
- Klien sebagai suami, ayah dan kepala keluarga
3)
Role
Selama
Tn.”K” menjalani perawatan di RSSA (Ruang 16) tidak bisa menjalankan perannya
tetapi Tn.”K”
selama perawatan di ruangan berusaha beraktivitas sesuai kemampuannya seperti mobilisasi di tempat tidur, ke kamar mandi, makan minum
dan mandi sendiri.
4) Self ideal
- Klien mengatakan ingin cepat sembuh dan pulang dari rumah
sakit, agar bisa bekerja lagi seperti dulu lagi.
5) Self Esteem
- Tn. “K” mengatakan hanya bisa pasrah dan menerima
kadaannya sekarang, dan mendengarkan apa yang disarankan oleh dokter mapun
perawat.
4.
DATA
SOSIAL
a.
Pendidikan
Tn.”K” mengatakan masih pendidikan terakhirnya adalah SMA dan
mengatakan tahu tentang masalah atau penyakit yang dialaminya seperti, penyebab,
perinsip penanganan dari luka bakar itu, tapi Tn.”K” tidak bisa melakukan tindakan untuk luka
bakar.
b.
Sumber
Penghasilan
Tn.”K” mengatakan penghasilan
keluarganya didapat dari pekerjaan sebagai karyawan
swasta, dengan penghasilan setiap bulan yaitu Rp. 2.100.000,00
c.
Pola
Komunikasi
Bicara
Tn.”K”
baik, mampu mengerti pertanyaan yang diajukan
oleh pengkaji.
d.
Peran
Sosial
-
Di lingkungan tempat tinggalnya Tn.”K” merupakan warga biasa dan memiliki
hubungan sosial yang baik dengan tetangga sekitar.
5.
DATA
SPIRITUAL
Tn.”K” beragama Islam,
dan mengatakan melakukan sholat 5 waktu dalam sehari.
6.
POLA AKTIVITAS
|
No
|
Pola Aktivitas
|
Di Rumah
|
Di Rumah Sakit
|
|
1
|
Pola
Nutrisi
Ø
Makan
|
Ø
Frek: 2-3 x/hari, porsi sedang, lauk pauk.
|
Ø
Frek: 3 x/hari dr RS habis (diit TETP,kadang-kadang dibawakan lagi oleh keluarganya)
|
|
Ø
Minum
|
Ø
Air putih ±7-8 gelas/hari, minum setiap kali makan
Ø
Kopi
±400 cc (1-2 gelas/hari)
|
Ø
Air putih 1 botol air
mineral tanggung/hari ±1500 cc
|
|
|
2
|
Eliminasi
Ø
BAB
|
Ø
Frek: 1-2 x/hari, konsistensi padat, bau has veses, warna kuning
|
Ø
Selama 4 hari pasien BAB 2 kali bentuk lembek bau khas. Dan pada saat pengkajian klien belum BAB
|
|
Ø
BAK
|
Ø
Frek: 4-6 x/hari, bau has urine, warna kuning jernih
|
Ø
Frek: ± 3-4 kali/hari warna kuning jernih, bau khas. (Klien tidak menggunakan DC)
|
|
|
3
|
Aktivitas
|
Ø
Tn.”K” setiap
hari aktivitasnya bekerja sebagai supir, tidak ada gangguan saat beraktivitas
|
Ø
ADLs mandiri,
kecuali mandi, kadang-kadang dibantu oleh perawat.
|
|
4
|
Istirahat/Tidur
|
Ø
Tn.”K” tidur 6-7 jam dalam sehari, tidak ada keluahan,
|
Ø
Tn.”K” mengatakan tidurnya tidak tentu ±6 jam/hari, dan sering terbangun
karena rasa nyeri yang tiba-tiba kambuh.
|
|
5
|
Personal
Hygiene
|
Ø
Tn.”K” mandi 3x/hari, menggunakan sabun, menggosok gigi dengan pasta gigi keramas 2 x/seminggu
menggunakan shampoo
|
Ø
Tn”K” hanya diseka 2x/hari,
dengan menggunkan sabun dan air hangat, jika Tn.”K” akan
dirawat lukanya, Tn.”K” diamandikan terlebih
dahulu.
|
|
6
|
Ketergantungan
|
Ø
Pasien bisa sendiri (mandiri) memenuhi seluruh ADLnya
|
Ø
Saat ini
minimal care,
semua ADL Tn.”K” dilakukan sendiri
namun kadang-kadang di bantu oleh perawat atau tenaga medis lainnya yang ada di ruangan.
|
6.
PEMERIKSAAN
FISIK
a.
Kesadaran : Compos Mentis.GCS : 4-5-6
b.
Keadaan
Fisik
Tinggi badan : 164
cm
Berat Badan : 65
Kg
c.
Tanda-tanda
Vital
·
Tensi :
110/90 mmHg
·
Nadi : 88 x/menit
·
Suhu : 36,0ºC
·
Respirasi :18
x/menit
d.
Kepala
1)
Wajah
Bentuk
bulat simetris, tidak terdapat lesi
pada wajah, nyeri tekan tidak ada.
2)
Rambut
Warna
hitam, dan bersih, penyebaran merata,
rambut lurus
3)
Kulit
kepala
Kulit kepala bersih, penyebaran rambut rata
rambut bewarna hitam, tidak terdapat luka bakar. Tidak ada benjolan, tidak ada
masa, tidak ada nyeri tekan.
4)
Mata
Simetris antara
dekstra-sinistra, konjungtiva merah muda, ikterik tidak ada, respon pupil baik,
penglihatan normal dan tidak ada nyeri tekan.
5)
Hidung
Mukosa hidung
lembab dan tidak terdapat secret, tidak ada nyeri tekan dan tidak ada massa.
6)
Telinga
Bentuk simetris,
tidak terdapat serumen, masa tidak ada, tidak terdapat nyeri tekan
7)
Mulut
Mukosa
bibir lembab dan dan tidak pecah-pecah, lesi tidak ada, karies gigi tidak ada,
perdarahan pada gusi tidak ditemukan, tidak ada pembesaran tonsil, masa tidak
ada.
8)
Lidah
Bersih, tidak hiperemik,
fungsi pengecapan masih normal (bisa
membedakan rasa manis, pahit asin dan asam)
9)
Leher
Luka bakar pada leher sebelah
kanan yang mengalami proses epitelisasi,
terdapat jaringan parut pada sisi leher
sebelah kanan, tidak ada pebesaran kelenjar tyroid, tidak
ada distensi vena jugularis
e.
Thorak
(dada)
-
Cardio:
1)
Inspeksi:
Bentuk
dada terlihat normal, tidak terlihat retraksi dinding dada, pergerakan dinding
dada kiri dan kanan terlihat simetris, terdapat balutan pada daerah dada,
terdapat bekas luka bakar pada dada sebelah
kiri yaitu ¼ dari dada dengan kondisi luka sudah
membaik dan mengalami proses epitelisasi .
2)
Palpasi
Bunyi
jantung teraba kuat dan teratur, ictus kordis
teraba di ICS 5 midclavicula sinistra
3)
Perkusi
§ Batas jantung kanan: SIC II-IV linea para sternalis
dekstra
§ Batas jantung kiri:
SIC II-IV linea medio devicularis sinistra
4)
Auskultasi
Suara S1 dan S2 tunggal, tidak ada suara jantung tambahan,
S1 terdengar tunggal regular di ICS 4 parasternal sinistra dan ICS 5
midclavicula sinistra S2 terdengar tunggal regular di ICS 2 parasternal murmur
(-), gallop (-).
-
Pulmonal:
1)
Inspeksi
Bentuk
normal chest, simetris dekstra-sinistra, gerakan pernafasan interkostal.
2)
Palpasi
Nyeri
tekan karena luka bakar, tidak ada benjolan, vocal fremitus seimbang antara
kanan-kiri.
3)
Perkusi
Batas kanan sonor,
dan batas kiri dullness
4)
Auskultasi
Bunyi nafas vesikuler.
f.
Abdomen
1)
Inspeksi
Gerakan pernafasan pada abdomen (+), simiteris kiri
dan kanan, tidak ada benjolan, tidak ada luka bakar.
2)
Auskultasi
Suara bising usus (+) 12x/menit
3) Perkusi
Terdengar suara timpani
4)
Palpasi
Tidak teraba massa, terdapat nyeri tekan, tidak teraba asites
g.
Ekstremitas
1)
Atas
Tangan kiri pada lengan atas teradapat
luka bakar yang tertutup perban, tidak ada rembesan,
dan tidak berbau, terdapat luka ttutup perban di tangan kanan dan kiri bagian
lengan atas, terpasang plug di tangan kanan,
tidak ada deformitas, terdapat nyeri pada area luka bakar di tangan dan ketika
tangan digerakkan.
2)
Bawah
|
|
|
|
h.
Genetalia:
Tidak
terpasang DC, terdapat rambut
pubis, penis berwarna hitam kecoklatan, rambut kemaluan berwarna hitam.
i.
Integumen
·
Kulit: warna kulit sawo
matang, tidak ada edema pada pergelangan tangan, tampak lengan kiri bagian atas warna
lebih kemerahan (luka
bakar), kulit teraba lembab, akral hangat.
·
Kuku: kuku terlihat sedikit
kotor (kuku jari kaki dan tangan) CRT 2 detik (kuku jari kaki kanan dan kiri
dan kuku jari tangan kanan dan kiri).
j.
Neurologis
GCS : 4,5,6
Eye : membuka secara spontan
Verbal : kalimat sesuai dengan orientasi
Motorik : mampu mengukuti perintah
Kesadaran compos mentis, tidak terdapat kaku kuduk dan tidak
terdapat kelumpuhan anggota gerak atas maupun anggota gerak bawah
Rule of nine
Luas luka bakar
-
Leher : 1%
-
Lengan kiri atas : 4,5%
-
Dada
kiri depan : 4,5%
Total score : 10%
7.
DATA
PENUNJANG
Nama
: Tn “K” tanggal pemeriksaan: 27/04/2018
|
Pemeriksaan
|
Hasil
|
Nilai normal
|
Abnormal
|
|
Hb
|
15,00 g/dl
|
13,4-17,1
|
↑
|
|
Eritrosit (RBC)
|
5,00 106 /μL
|
4,0-5,5
|
|
|
Leukosit (WBC)
|
10.84 103 /μL
|
4,3-10,3
|
↑
|
|
Hematokrit
|
44,10 %
|
40-47
|
|
|
Trombosit (PLT)
|
218 103 /μL
|
142-424
|
|
|
MCV
|
88,20 fL
|
80-93
|
|
|
MCH
|
30,00 pg
|
27-31
|
|
|
MCHC
|
34,00 g/dL
|
32-36
|
|
|
RDW
|
12,70 %
|
11,5-14,5
|
|
|
PDW
|
15,1 fL
|
9-13
|
|
|
MPV
|
11,5 fL
|
7,2-11,1
|
|
|
P-LCR
|
36,6 %
|
15,0-25,0
|
|
|
PCT
|
0,25 %
|
0,150-0,400
|
↑
|
|
NRBC Absolute
|
0,00 103 /μL
|
|
|
|
NRBC Percent
|
0,0 %
|
|
|
|
Hitung Jenis :
|
|
|
|
|
Esinopril
|
2,4 %
|
0-4
|
|
|
Basofil
|
0,5 %
|
0-1
|
|
|
Neutrofil
|
60,7 %
|
51-67
|
↑
|
|
Limfosit
|
17,3 %
|
25-33
|
↓
|
|
Monosit
|
19,1 %
|
2-5
|
|
|
Immature Granulosit (%)
|
1,10 %
|
|
|
|
Immature Granulosit
|
0,12
|
|
|
|
Faal Hati
|
|
|
|
|
AST/SGOT
|
9 U/L
|
0-40
|
|
|
ALT/SGPT
|
13 U/L
|
0-41
|
|
|
Albumin
|
3,59 g/dL
|
3,5-5,5
|
|
|
Metabolisme
Karbohidrat
|
|
|
|
|
Glukosa Darah Sewaktu
|
147 mg/dL
|
<200
|
|
|
Faal
Ginjal
|
|
|
|
|
Umum
|
25,50 mg/dL
|
16,6-48,5
|
|
|
Kreatinin
|
1,07 mg/dL
|
<1,2
|
|
|
- Pasien
- Kontrol
|
12,10 detik
11,3 detik
|
9,4-11,3
|
↑
|
8.
Terapi
|
Jenis obat
|
Dosis
|
Baturan pakai
|
Cara pemberian
|
|
Injeksi ranitidin
|
50 mg
|
2 x 1
|
I.V
|
|
Injeksi Ketorolac
|
30 mg
|
3 x 1
|
I.V
|
|
Metocloropramide
|
10 gr
|
1 x 1
|
I.V
|
|
Diet TETP
|
|||
|
Bantu Mobilisasi
|
|||
|
Monitot Tanda-Tanda Infeksi
|
|||
|
Membantu ADL (makan dan minum)
|
|||
|
Memandikan dengan seka
|
|||
|
Mengukur TTV (TD,N,R,S)
|
|||
NALISA DATA
Nama : Tn.
“k” Ruangan :
Ruang 16 (Combustio)
Umur : 45
Th, 2 Bln,14 hr
Ro. Reg : 11388428
|
NO
|
ANALISA DATA
|
ETIOLOGI
|
MASALAH
|
|
1
|
2
|
3
|
4
|
|
1.
|
DS:
- Klien
mengatakan nyeri pada bagian dada sebelah kiri menjalar ke lengan tangan atas kiri.
P: Tersiram air panas
Q: Nyeri panas
R: Dada sebelah kiri, dan lengan kiri atas sampai ke siku.
S: 4 (sedang)
T: Nyeri dirasakan semakin
berat jika badan digerakkan, saat
mobilisasi ditempat tidur dan saat mandi, dengan durasi ±2 menit.
DO:
- Tn.”K” tampak
meringis dan menunjukkan lokasi nyeri
- Keadaaan
umum cukup baik
-
Terdapat balutan pada dada kiri sampai punggung, pada lengan atas sebelah kiri, terdapat
luka bakar grade IIA-IIB pada dad sebelah kiri dan lengan kiri atas bagian dalam, dengan luas luka bakar 9%
-
Tanda-tanda vital
·
Tensi : 110/90 mmHg
·
Nadi : 88x/menit
·
Suhu : 36,0º C
·
RR : 18 x/menit
|
Tercebur air panas
↓
Jaringan kulit rusak/hilang
↓
Merusak epidermis
hingga sebagian dermis
↓
Proses inflamasi
↓
Pelepasan mediator
nyeri
↓
Implus diterima diotak
↓
Respon hipotalamus
mengirimkan sinyal nyeri
↓
Nyeri akut
|
Nyeri akut
|
|
2.
|
DS:
Klien mengatakan nyeri pada bagian dada sebelah kiri
menjalar ke lengan tangan atas kiri.
P: Tersiram air panas
Q: Nyeri panas
R: Dada sebelah kiri, dan lengan kiri atas sampai ke siku.
S: 4 (sedang)
T: Nyeri dirasakan semakin
berat jika badan digerakkan, saat
mobilisasi ditempat tidur dan saat mandi, dengan durasi ±2 menit
DO:
-
K/U cukup baik
-
Terdapat balutan pada dada kiri sampai punggung, pada lengan atas sebelah kiri, terdapat
luka bakar grade IIA-IIB pada dad sebelah kiri dan lengan kiri atas bagian dalam, dengan luas luka bakar 9%
-
Kondisi luka tidak terdapat rembesan
-
kondisi
luka, warna kemerahan, kulit mengelupas, dan kondisi luka basah dan mengalami proses epitelisasi
-
tidak ada
luka edema pada luka bakar
|
Tercebur air panas
↓
Adanya kerusakan/kehilangan organ kulit
↓
Terputusnya kontinuitas jaringan
↓
Lesi pada kulit mulai epidermis hingga sebagian dermis
↓
Kerusakan jaringan integritas kulit
|
Kerusakan integritas jaringan
kulit
|
|
3
|
DS:
- klien
mengatakan nyeri pada tubuh yang luka.
DO:
-
LLB 9% pada dada kiri, lengan kiri atas sampai ke siku
-
Luka berwarna kemerahan,
-
kondisi
luka basah an kulit mengelupas
-
Hasil Lab pada 27-04-18
menunjukkan adanya peningkatan leukosit yaitu sebesar 10.84 103 /μL.
-
Neutrofil = 60,7 %
-
|
Tercebur air panas
↓
Jaringan kulit rusak
↓
Merusak epidermis hingga sebagian dermis
↓
Fase inflamasi (sel radang↑)
↓
Luka bakar grade II
↓
Terdapat luka terbuka
↓
Port de entry mikroorganisme
↓
Mikroorganisme masuk ke pembuluh darah
↓
Leukosit dan neutrofil ↑
↓
Resiko infeksi
|
Resiko Infeksi
|
DIAGNOSA KEPERAWATAN YANG MUNCUL DAN PERIORITASNYA
1. Nyeri akut berhubungan dengan agen cidera fisik (luka bakar) yang
ditandai dengan klien melaporkan nyeri secara verbal
dengan skala 4 (sedang), An.”K” tampak meringis, menujukkan lokasi nyeri
2. Kerusakan
integritas kulit berhubungan dengan
terkena air panas ditandai dengan kerusakan/kehilangan jaringan kulit.
3. Resiko
infeksi berhubungan dengan tidak adekuatnya pertahanan tubuh primer (integritas kulit tidak utuh, trauma, kerusakan jaringan
kulit).
RENCANA TINDAKAN
KEPERAWATAN
NAMA : Tn.”K” RUANG : Ruang 16 (Combustio)
UMUR : 45 th, 2 bln, 14 hr NO. REG : 11388428
|
No
|
Dx. Kep
|
TUJUAN
|
RENCANA TINDAKAN
|
|
1
|
2
|
3
|
4
|
|
1
|
Nyeri akut b.d agen cidera fisik (luka bakar) yang ditandai dengan klien
melaporkan nyeri secara verbal dengan skala 4 (sedang), An.”K” tampak meringis, menujukkan
lokasi nyeri
|
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 x 24 jam
diharapkan nyeri berkurang atau terkontrol dengan kriteria hasil:
·
Wajah rileks/tenang
·
Tidak mengalami gangguan tidur
· Skala
nyeri 0-2
· TTV dalam batas normal
TD: 110-120 mmHg
N : 90-150/ menit
RR: 18-40/menit
S: 36,6 0C
-37,20C
|
1. Monitor Vital Sign (TD,
nadi, RR, suhu)
2. Monitor kualitas nyeri pasien
3. Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif
4. Observasi isyarat ketidaknyamanan non verbal
5. Pilih dan lakukan
manajemen nyeri (farmakologi/non farmakologi)
6. Ajarkan teknik non
farmakologi untuk mengatasi nyeri
(relaksasi napas dalam, imajinasi visualisasi, memperdengaran music, dll)
7. Berikan istirahat
yang adekuat untuk mengurangi nyeri
8. Evaluasi tindakan
mengontrol nyeri
9. Kolaborasi pemberian
analgesik untuk mengurangi nyeri
|
|
1
|
2
|
3
|
4
|
|
2
|
Kerusakan integritas kulit b.d terkena air panaas ditandai
dengan kerusakan/kehilangan jaringan kulit
|
Setelah
dilakukan tindakan keperawatan selama 1x24 jam, diharapkan kondisi integitas kulit klien membaik
Kriteria hasil:
-
Perfusi jaringan membaik
-
Eksudat minimal
-
Proses penyembuhan luka sesuai dengan fase
penyembuhan luka
-
Tidak ada cidera berulang
-
Tanda-tanda infeksi
kulit tidak ada (kalor, dolor,rubor, tumor, dan function caesa)
|
1. Rawat luka dengan rentang 2-3 hari sekali
2. Kaji persentase luas luka bakar
3. Kaji kondisi luka, nyeri, eksudat, granulasi dan
tanda-tanda infeksi
4. Kaji mulut dan hidung untuk identifikasi
adanya cedera inhalasi
5. Berikan lingkungan yang bersih untuk menghindari
kontak dengan mokroorganisme dan mencegah infeksi
6. Kolaborasi dengan pemberian obat topical.
|
|
3
|
Resiko Infeksi
|
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 x 24 jam pasien tidak mengalami infeksi
Dengan kriteria hasil
- Klien bebas dari tanda dan gejala infeksi (kalor, dolor, rubor,
tumor, dan function caesa)
- TTV dalam batas normal
· TD: 110-120 mmHg
· N :
90-150/ menit
· RR:
24-40/menit
· S:
36,6 0C -37,20C
-
Leukosit dalam batas normal
|
1. Monitor tanda dan gejala
infeksi sistemik dan lokal
2. Observasi Tanda-tanda vital secara berkala
3. Pertahankan teknik septik
dan aseptik dalam rawat luka.
4. Jaga kebersihan ruangan.
5.
Anjurkan dan bantu klien menjaga personal hygiene
|
IMPLEMENTASI
KEPERAWATAN
NAMA
: Tn.”K”
RUANG :
Ruang 16 (Combustio)
UMUR
: 45 th, 2 bln, 14 hr NO. REG : 11388428
|
NO
|
TANGGAL
|
JAM
|
NO.DX
|
IMPLEMENTASI
|
EVALUASI HASIL
|
PARAF
|
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
|
1
|
Senin/
30-04-2018
|
09:30 WIB
|
I
|
1. Mengukur Vital Sign (TD, nadi, RR, suhu)
2. Melakukan pengkajian nyeri secara komprehensif
3. Mengobservasi isyarat ketidaknyamanan non verbal
4. Melakukan manajemen
nyeri (non farmakologi)
5. Mengajarkan teknik non farmakologi untuk mengatasi nyeri
(relaksasi napas dalam dan, memperdengaran music)
6. Memberikan istirahat yang adekuat untuk mengurangi nyeri
7. Mengevaluasi tindakan mengontrol nyeri
8. Memberikan injeksi obat ranitidin 2x50 mg melalui I.V
dan obat suppositoria melalui dubur
|
S :
klien mengatakan masih
terasa nyeri
O :
klien
sesekali tampak meeringis kesakitan
P: nyeri
karena adanya luka bakar
Q: seperti
panas
R:
luka bakar pada dada kiri, lengan kiri atas
S: 4 sedang
T:
nyeri hilang timbul, saat mobilisasi, saat mandi
TTV
-
TD: 110/90 mmHg
-
N : 88x/menit
-
RR: 18x/menit
-
S : 36,0oC
A : Masalah teratasi sebagian
P : Intervensi dilanjutkan
(1,2,3,4,5,6,7,8)
|
|
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
|
2
|
Senin/
30-04-2018
|
08:30 WIB
|
II
|
1. Merawat luka dengan rentang 2-3 hari sekali
2. Mengkaji persentase luas luka bakar
3. Mengkaji kondisi luka, nyeri, eksudat, granulasi
dan tanda-tanda infeksi
4. Mengkaji mulut dan hidung untuk identifikasi
adanya cedera inhalasi (tidak ada cedera inhalasi)
5. Memberika obat topical surfaktan pada luka saat rawat luka.
6. Melalukan cleaning ruangan pasien dengan clorin untuk mencegah infeksi
|
S:
Klien
mengatakan perih saat dibuka balutan pada luka dan saat mulai perawatan luka
O:
-
Telah dilakukan perawatan
luka oleh perawat setelah klien selesai mandi
-
Luka bakar
pada dada kiri, dan lengan
kiri atas sampai ke siku
-
Luka tampak
terbalut kasa, kasa tampak bersih, tidak ada rembesan
-
Kondisi
luka basah, warna kemerahan dan tidak ada edema dengan LLB 9%
TTV
-
TD: 110/90 mmHg
-
N : 88x/menit
-
RR: 18x/menit
-
S : 36,0oC
A : Masalah teratasi sebagian
P
: Intervensi
dilanjutkan (1,2,3,4,5,6)
|
|
|
3
|
Senin/
30-04-2018
|
09:50 WIB
|
III
|
1. Memonitor tanda dan gejala
infeksi sistemik dan lokal
2. Mengukur tanda-tanda vital
3. Mempertahankan teknik septik dan
aseptik dalam rawat luka.
4. Menjaga kebersihan ruangan.
5. Menganjurkan dan
bantu klien menjaga personal hygiene
|
S : -
O :
-
Tampak balutan pada daerah dada kiri dan tangan kiri
-
Kondisi balutan kering dan
bersih.
-
Tanda-tanda infeksi:
Rubor (-), Kalor (-), Dolor (-), Tumor (-),
Functio laesa (+)
TTV
-
TD: 110/90 mmHg
-
N : 88x/menit
-
RR: 18x/menit
-
S : 36,0 oC
A : Masalah teratasi sebagian
P : Intervensi dilanjutkan (1,2,3,4,5).
|
|
CATATAN
PERKEMBANGAN
NAMA KLIEN : Tn. “K” TANGGAL : 30 April 2018
DX. MEDIS : Combustio Gr,
IIA-IIB 10% EC. Air panas RUANG :
16 RSSA
DX. KEPERAWATAN : Nyeri akut
|
S
|
O
|
A
|
P
|
I
|
E
|
|
S:
- Klien mengatakan tubuhnya masih nyeri
P: Nyeri karena adanya luka bakar
Q: seperti terbakar/panas
R:luka bakar pada dada, lengan
kiri atas sampai ke siku
S:5 sedang
T: hilang timbul
|
O:
-
Klien
tampak meringis kesakitan
-
TD: 110/90 mmHg
-
Nadi: 88x/m
-
RR : 16x/m
-
Suhu : 36,0ºC
-
Luas luka
bakar Gr IIA-IIB 9%
|
Masalah
teratasi sebagian
|
Lanjutkan intervensi No. 1,2,3,4,5,6
|
·
Mengkaji karakteristik
nyeri
·
Mengkaji adanya respon
neyri non verbal
·
Memberikan klien
lingkungan yang nyaman
·
Melakukan pengukuran TTV
terhadap nyeri
·
Mengajarkan tehnik non
farmakologi untuk mengurang nyeri (nafas dalam dan mendengarkan musi)
·
Injeksi obat ranitidine 2x50 gr dan ketorolac 3x30 gr melalui (I.V)
·
Memberikan obat
Suppositoria
|
S:klien mengatakan masih nyeri namun sudah lebih mendingan dari pada sebelumnya
P: nyeri karena adanya luka bakar
Q: seperti terbakar/panas
R: luka bakar pada dada, lengan kiri atas sampai ke siku
S: 4 sedang
T: hilang timbul, saat mobilisasi, saat
mandi dengan durasi ±2 menitan
O :klien tampak meringis kesakitan dan menunjukkan lokasi nyeri
TD: 110/90 mmHg
N: 88x/m
RR: 18x/m
S: 36,0ºC
A : masalah teratasi sebagian
P : lanjutkan intervensi (1,2,3,4,5,6)
|
CATATAN PERKEMBANGAN
NAMA KLIEN : Tn. “K” TANGGAL : 30 April 2018
DX. MEDIS : Combustio Gr, IIA-IIB 10% EC. Air panas RUANG : 16 RSSA
DX. KEPERAWATAN : Kerusakan Integritas
Kulit
|
S
|
O
|
A
|
P
|
I
|
E
|
|
S:
- Klien mengatakan terkena
tumpahan air panas saat akan mandi
|
O:
- Terdapat luka bakar pada dada kiri dan lengan kiri atas
sampai ke siku
- Terdapat balutan luka pada dada kirinya dan tangan kiri
tidak ada rembesan pada balutan
- Luas luka bakar 9%
|
Masalah
teratasi sebagian
|
Lanjutkan
intervensi No 1,3,6,7,8,9
|
1.
Mengkaji integritas
kulit terutama pada daerah yang tertekan
2.
Mempertahankan kulit dan
pakaian tetap bersih
3.
Menggunakan tindakan isolasi untuk mengurangi infeksi
(penggunaan masker, skort, handscone)
4.
Memberikan
kenyamanan sebelum mengganti balutan
5.
Mengatur area
steril dan pertahankan memaksimalkan asepsis selama tindakan berlangsung
6.
Melepas balutan
dari luar dengan cara menggunting dan dibasahi dengan NS atau air
7.
Memberikan
debridement jika perlu
8.
Memberikan agen
topikal pada kulit jika dibutuhkan
9.
Memastikan nutrisi dan intake cairan adekuat
|
S:
-
Klien
mengatakan lukanya sudah membaik
O:
- Terdapat luka bakar
pada dada kiri dan lengan kiri atas sampai ke
siku
- Terdapat balutan luka pada dada kiri dan ekstermitas
kiri atas tidak ada rembesan pada balutan
-
Luas
luka bakar 9%
-
Klien
dapat berpindah posisi (miring kanan dan kiri) untuk mengurangi penekanan
-
Klien
dapat berjalan dengan pelan menuju kamar mandi
A:
Masalah teratasi sebagian
P: Intervensi dilanjutkan
NIC: Wound Care Burns ( 1,2, 3,4,)
|
CATATAN
PERKEMBANGAN
NAMA KLIEN : Tn. “K” TANGGAL : 30 April 2018
DX. MEDIS : Combustio Gr, IIA-IIB 10% EC. Air panas RUANG : 16 RSSA
DX. KEPERAWATAN : Risiko Infeksi
|
S
|
O
|
A
|
P
|
I
|
E
|
|
S:
- Klien memngatakan lukanya terasa panas
|
O:
-
Tidak ada rembesan pada
balutan luka
-
Hasil pemeriksaan
leukosit 10.84 103 /μL (mengalami peningkatan)
-
Hasil pemeriksaan neutrofil 60,7%
-
TTV
TD: 110/90 mmHg
Nadi: 88x/m
RR : 16x/m
Suhu : 36,0ºC
-
Luas luka
bakar Gr IIA-IIB 9%
|
Masalah
teratasi sebagian
|
Lanjutkan
intervensi No 1,2,3,4,5
|
1.
Mengobservasi TTV
khususnya nadi dan suhu
2.
Membersihkan lingkungan
pasien
3.
Menggunakan tehnik anti
septic cuci tangan sebelum dan sesudah tindakan keperawatan
4.
Memonitor tanda dan
gejala infeksi
5.
Memberikan perawatan
kulit yyang luka atau pada area epidema
6.
Mengajarkan kepada
keluarga untuk mencegah infeksi, cuci tangan
7.
Mengkolaborasikan
pemberian antibiotic.
|
S:
-
Klien
mengatakan lukanya terasa
panas, namun tidak gatal
O:
-
TD: 110/90 mmHg
-
Nadi: 88x/m
-
RR : 18x/m
-
Suhu : 36,0ºC
-
Luas luka
bakar Gr IIA-IIB 9%
-
Hasil pemeriksaan leukosit 10.84 103 /μL, neutrofil 60,7%
-
Tidak ada tanda gejala infeksi
A: Masalah teratasi sebagian
P: lanjutkan intervensi pemberian antibiotic dan lanjutkan intervensi
1,2,3,4,5,6
|
NAMA
: Tn.”K”
RUANG :
Ruang 16 (Combustio)
UMUR
: 45 th, 2 bln, 14 hr NO. REG : 11388428
|
NO
|
TANGGAL
|
JAM
|
NO.DX
|
IMPLEMENTASI
|
EVALUASI HASIL
|
PARAF
|
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
|
1
|
Selasa/
01-05-2018
|
09:30 WIB
|
I
|
1. Memonitor Vital Sign (TD, nadi, RR, suhu)
2. Memonitor kualitas nyeri pasien
3. Melakukan pengkajian nyeri secara komprehensif
4. Mengobservasi isyarat ketidaknyamanan non verbal
5. Memilih dan lakukan manajemen nyeri (non farmakologi)
6. Mengajarkan teknik non farmakologi untuk mengatasi nyeri (relaksasi
napas dalam dan, memperdengaran music)
7. Memberikan istirahat yang adekuat untuk mengurangi nyeri
8. Mengevaluasi tindakan mengontrol nyeri
9. Mengkolaborasi pemberian analgesik untuk mengurangi nyeri
|
S :
klien mengatakan tadi malam nyeri pada luka
bertambah,
O :
klien tampak
meeringis
P:
nyeri karena adanya luka bakar
Q:
seperti panas
R:
luka bakar pada dada kiri, lengan kiri atas
S: 4 sedang
T:
nyeri hilang timbul, saat mobilisasi, saat mandi
TTV
-
TD: 100/80 mmHg
-
N : 87x/menit
-
RR: 19x/menit
-
S : 36,3oC
A : Masalah teratasi sebagian
P : Intervensi dilanjutkan
(1,2,3,4,5,6,7,8)
|
|
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
|
2
|
Selasa/
01-05-2018
|
08:30 WIB
|
II
|
1. Merawat luka dengan rentang 2-3 hari sekali
2. Mengkaji persentase luas luka bakar
3. Mengkaji kondisi luka, nyeri, eksudat, granulasi
dan tanda-tanda infeksi
4. Mengkaji mulut dan hidung untukidentifikasi
adanya cedera inhalasi
5. Memberikan lingkungan yang bersih untuk
menghindari kontak dengan mokroorganisme dan mencegah infeksi
6. Mengkolaborasi dengan pemberian obat topical.
|
S:
-
O:
-
Luka bakar
pada dada kiri, dan lengan
kiri atas sampai ke siku
-
Luka tampak
terbalut kasa, kasa tampak bersih, tidak ada rembesan
-
Kondisi
luka basah, warna kemerahan dan tidak ada edema dengan LLB 9%
TTV
-
TD: 100/80 mmHg
-
N : 87/menit
-
RR: 19x/menit
-
S : 36,3oC
A : Masalah teratasi sebagian
P
: Intervensi
dilanjutkan (1,2,3,4,5,6)
|
|
|
3
|
Selasa/
01-05-2018
|
09:50 WIB
|
III
|
1. Memonitor tanda dan gejala
infeksi sistemik dan lokal
2. Mengobservasi Tanda-tanda vital secara berkala
3. Mempertahankan teknik septik dan
aseptik dalam rawat luka.
4. Menjaga kebersihan ruangan.
5. Menganjurkan dan
bantu klien menjaga personal hygiene
|
S : -
O :
-
Tampak balutan pada daerah dada kiri dan tangan kiri
-
Kondisi balutan kering dan
bersih.
-
Tanda-tanda infeksi:
Rubor (-), Kalor (-), Dolor (-), Tumor (-),
Functio laesa (+)
TTV
-
TD: 100/80 mmHg
-
N : 87x/menit
-
RR: 19x/menit
-
S : 36,3 oC
A : Masalah teratasi sebagian
P : Intervensi dilanjutkan (1,2,3,4,5).
|
|
CATATAN
PERKEMBANGAN
NAMA KLIEN : Tn. “K” TANGGAL : 01 Mei 2018
DX. MEDIS : Combustio Gr,
IIA-IIB 10% EC. Air panas RUANG :
16 RSSA
DX. KEPERAWATAN : Nyeri akut
|
S
|
O
|
A
|
P
|
I
|
E
|
|
S:
- Klien mengatakan tubuhnya masih nyeri
P: Nyeri karena adanya luka bakar
Q: seperti terbakar/panas
R:luka bakar pada dada, lengan
kiri atas sampai ke siku
S:5 sedang
T: hilang timbul
|
O:
-
Klien
tampak meringis kesakitan
-
TD: 100/80 mmHg
-
Nadi: 87x/m
-
RR : 19x/m
-
Suhu : 36,3ºC
-
Luas luka
bakar Gr IIA-IIB 9%
|
Masalah
teratasi sebagian
|
Lanjutkan intervensi No. 1,2,3,4,5,6
|
·
Mengkaji karakteristik
nyeri
·
Mengkaji adanya respon
neyri non verbal
·
Memberikan klien
lingkungan yang nyaman
·
Melakukan pengukuran TTV
terhadap nyeri
·
Mengajarkan tehnik non
farmakologi untuk mengurang nyeri (nafas dalam dan mendengarkan musik)
·
Injeksi obat ranitidine 2x50 gr dan ketorolac 3x30 gr melalui (I.V)
|
S:klien mengatakan nyeri tadi malam, dan nyerinya bertambah
P: nyeri karena adanya luka bakar
Q: seperti terbakar/panas
R: luka bakar pada dada, lengan kiri atas sampai ke siku
S: 4
sedang
T: hilang timbul, saat mobilisasi, saat
mandi dengan durasi ±2 menitan
O :klien tampak meringis kesakitan dan menunjukkan lokasi nyeri
TD: 100/80 mmHg
N: 87x/m
RR: 19x/m
S: 36,3ºC
A : masalah teratasi sebagian
P : lanjutkan intervensi (1,2,3,4,5,6)
|
CATATAN PERKEMBANGAN
NAMA KLIEN : Tn. “K” TANGGAL : 01 Mei 2018
DX. MEDIS : Combustio Gr, IIA-IIB 10% EC. Air panas RUANG : 16 RSSA
DX. KEPERAWATAN : Kerusakan Integritas
Kulit
|
S
|
O
|
A
|
P
|
I
|
E
|
|
S:
- Klien mengatakan terkena
tumpahan air panas saat akan mandi
|
O:
- Terdapat luka bakar pada dada kiri dan lengan kiri atas
sampai ke siku
- Terdapat balutan luka pada dada kirinya dan tangan kiri
tidak ada rembesan pada balutan
- Luas luka bakar 9%
|
Masalah
teratasi sebagian
|
Lanjutkan
intervensi No 1,3,6,7,8,9
|
1.
Mengkaji integritas
kulit terutama pada daerah yang tertekan
2.
Mempertahankan kulit dan
pakaian tetap bersih
3.
Menggunakan tindakan isolasi untuk mengurangi infeksi
(penggunaan masker, skort, handscone)
4.
Memberikan
kenyamanan sebelum mengganti balutan
5.
Mengatur area
steril dan pertahankan memaksimalkan asepsis selama tindakan berlangsung
6.
Melepas balutan
dari luar dengan cara menggunting dan dibasahi dengan NS atau air
7.
Memberikan
debridement jika perlu
8.
Memberikan agen
topikal pada kulit jika dibutuhkan
9.
Memastikan nutrisi dan intake cairan adekuat
|
S:
-
O:
- Terdapat luka bakar
pada dada kiri dan lengan kiri atas sampai ke
siku
- Terdapat balutan luka pada dada kiri dan ekstermitas
kiri atas tidak ada rembesan pada balutan
-
Luas
luka bakar 9%
-
Klien
dapat berpindah posisi (miring kanan dan kiri) untuk mengurangi penekanan
-
Klien
dapat berjalan dengan pelan menuju kamar mandi
A:
Masalah teratasi sebagian
P: Intervensi dilanjutkan
NIC: Wound Care Burns ( 1,2, 3,4,)
|
CATATAN
PERKEMBANGAN
NAMA KLIEN : Tn. “K” TANGGAL : 01 Mei 2018
DX. MEDIS : Combustio Gr, IIA-IIB 10% EC. Air panas RUANG : 16 RSSA
DX. KEPERAWATAN : Risiko Infeksi
|
S
|
O
|
A
|
P
|
I
|
E
|
|
S:
- Klien memngatakan lukanya terasa panas
|
O:
-
Tidak ada rembesan pada
balutan luka
-
Hasil pemeriksaan
leukosit 10.84 103 /μL (mengalami peningkatan)
-
Hasil pemeriksaan neutrofil 60,7%
-
TTV
TD: 100/80 mmHg
Nadi: 87x/m
RR : 19x/m
Suhu : 36,3ºC
-
Luas luka
bakar Gr IIA-IIB 9%
|
Masalah
teratasi sebagian
|
Lanjutkan
intervensi No 1,2,3,4,5
|
1.
Mengobservasi TTV
khususnya nadi dan suhu
2.
Membersihkan lingkungan
pasien
3.
Menggunakan tehnik anti
septic cuci tangan sebelum dan sesudah tindakan keperawatan
4.
Memonitor tanda dan
gejala infeksi
5.
Memberikan perawatan
kulit yyang luka atau pada area epidema
6.
Mengajarkan kepada
keluarga untuk mencegah infeksi, cuci tangan
7.
Mengkolaborasikan
pemberian antibiotic.
|
S:
-
Klien
mengatakan lukanya terasa
panas, namun tidak gatal
O:
-
TD: 100/80 mmHg
-
Nadi: 87x/m
-
RR : 19x/m
-
Suhu : 36,3ºC
-
Luas luka
bakar Gr IIA-IIB 9%
-
Hasil pemeriksaan leukosit 10.84 103 /μL, neutrofil 60,7%
-
Tidak ada tanda gejala infeksi
-
Telapak tangan terlihat bengkak
A: Masalah teratasi sebagian
P: lanjutkan intervensi pemberian antibiotic dan lanjutkan intervensi
1,2,3,4,5,6
|
